Konflik dengan Qualcomm, iPhone Terancam Dilarang Masuk Cina

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pengunjung mencoba iPhone 6s dan 6s Plus saat berada di Apple store, Beijing, Cina, 24 September 2015. Untuk harga iPhone 6s dibandrol dengan harga sekitar 12 juta - 15 juta rupiah, sedangkan 6s Plus 13 juta - 17 juta rupiah. REUTERS/Damir Sagolj

    Seorang pengunjung mencoba iPhone 6s dan 6s Plus saat berada di Apple store, Beijing, Cina, 24 September 2015. Untuk harga iPhone 6s dibandrol dengan harga sekitar 12 juta - 15 juta rupiah, sedangkan 6s Plus 13 juta - 17 juta rupiah. REUTERS/Damir Sagolj

    TEMPO.CO, Jakarta - Pangsa pasar iPhone di Cina telah menyusut untuk sementara waktu. Namun keputusan pengadilan yang dapat menghentikan penjualan dan impor sebagian besar model iPhone ke negara itu mungkin memiliki dampak yang dramatis terhadap laba perusahaan, sebagaimana dilaporkan Fortune, Senin, 10 Desember 2018.

    Baca: Akan Rilis di Indonesia, Harga Duo iPhone XS dan XR Masih Rahasia
    Baca: Dikritik Tim Cook, Bos Facebook Minta Karyawan Tidak Pakai iPhone
    Baca: Singkirkan Samsung, TSMC Buat Chip A13 Apple untuk iPhone 2019

    Qualcomm, dalam sebuah pernyataan yang dirilis Senin, mengatakan pengadilan Cina telah menemukan beberapa model iPhone melanggar dua paten yang dimiliki oleh Qualcomm dan mengeluarkan larangan impor/penjualan. Paten itu terkait dengan mengubah ukuran foto dan mengelola aplikasi.

    Namun, Apple mengatakan larangan tersebut berlaku hanya untuk iPhone yang menjalankan sistem operasi lama, yang tidak akan mempengaruhi penjualan di masa mendatang. Tidak jelas penafsiran perusahaan mana yang benar terhadap putusan pengadilan itu saat ini.

    Masalah paten sepertinya tidak akan segera teratasi. Qualcomm dan Apple bertempur di beberapa front, termasuk pengadilan AS, di mana mereka dijadwalkan untuk ke pengadilan pada bulan April mendatang.

    Cina, bagaimanapun, adalah pasar penting untuk Apple dan salah satu yang telah menjadi sorotan akhir-akhir ini. Apple juga dipandang sebagai perusahaan yang sangat berisiko dalam perang dagang antara AS dan Cina.

    Pada 2015, ada lebih dari 130 juta iPhone digunakan di negara itu, menurut pemerintah Cina. Angka itu menjadikan Cina sebagai pasar global terbesar perusahaan pada saat itu. Namun penjualan telah turun sejak saat itu.

    Pada kuartal kedua tahun 2018, IDC melaporkan pangsa pasar Apple telah turun menjadi 6,7 persen, karena penjualan ponsel Android oleh Huawei dan lainnya melonjak.

    Harga dari iPhone dianggap sebagai titik masalah potensial, tetapi IDC menambahkan "kami percaya bahwa perusahaan akan berjalan dengan baik jika merilis opsi sedikit lebih murah di akhir tahun".

    Langkah itu sepertinya terjadi sebelum keputusan pengadilan. Dan jika penjualan dan impor ponsel baru iPhone diblokir, hal itu bisa memberi Huawei dan pemimpin pasar lainnya (termasuk Oppo dan Vivo) kesempatan untuk memperluas kesenjangan yang semakin besar.

    FORTUNE | IDC


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.