LIPI: 400 Ribu Ton Sampah Plastik Masuk ke Laut Tiap Tahun

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nelayan bekerja di garis Pantai Cilincing yang dipenuhi sampah, di Jakarta, Indonesia, 26 November 2018. Sampah plastik menutupi kawasan tempat nelayan mencari kerang hijau. REUTERS/Willy Kurniawan

    Nelayan bekerja di garis Pantai Cilincing yang dipenuhi sampah, di Jakarta, Indonesia, 26 November 2018. Sampah plastik menutupi kawasan tempat nelayan mencari kerang hijau. REUTERS/Willy Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim peneliti LIPI melakukan kajian sampah plastik di laut. Studi tersebut dilakukan di 18 pantai di Indonesia yang dijadikan area monitoring setiap bulan untuk pemantauan sampah terdampar dan 13 pesisir di Indonesia dijadikan area sampling mikroplastik di permukaan air. Serta delapan lokasi untuk mikroplastik di sedimen dan satu genus ikan (Stolephorus sp) dari 10 lokasi se-Indonesia.

    Baca juga: Pada 2050 LIPI Sebut Sampah Plastik Melebihi Jumlah Ikan

    "Hasilnya, jenis sampah ditemukan dari seluruh area monitoring pantai adalah kategori plastik dan karet, logam, kaca, kayu (olahan), kain, lainnya, serta bahan berbahaya. Perhitungan kasarnya dengan asumsi sederhana diperkirakan 100 ribu hingga 400 ribu ton plastik per tahun milik masyarakat Indonesia masuk ke laut," ujar Peneliti Pusat Penelitian Oseanografi LIPI Muhammad Reza Cordova, dalam keterangan tertulis, Rabu, 12 Desember 2018.

    Sampah dominan berasal dari plastik sekitar 36 hingga 38 persen di seluruh area kajian. Mikroplastik ditemukan pada seluruh lokasi kajian baik pada permukaan air, sedimen maupun pada tubuh ikan.

    Mikroplastik terbanyak ditemukan di permukaan air Sulawesi Selatan dan Teluk Jakarta. Di dua daerah tersebut terdapat 7,5 sampai 10 partikel per meter kubik. Pada sedimen ditemukan lebih dari 100 partikel per kilogran di Aceh, Sulawesi Selatan, dan Biak.

    Baca juga: Sampah Plastik dan Kaca Dijadikan Pengganti Aspal di Tasmania

    "Mikroplastik ditemukan antara 58 sampai 89 persen pada ikan teri atau Stolephorus sp 0,25 sampai 1,5 partikel per gram. Walaupun relatif rendah, hal ini perlu diwaspadai, mengingat dampak lain dari mikroplastik yang belum banyak diketahui," kata Reza. Hasil tersebut menggambarkan bahwa penggunaan plastik masih sangat tinggi.

    Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan adanya korelasi positif antara kepadatan penduduk dengan sampah plastik serta mikroplastik pada lingkungan. Selain itu, plastik dan mikroplastik yang ditemukan didominasi dari jenis plastik sekali pakai.

    "Dalam menganggulangi permasalahan sampah laut, khususnya sampah plastik dan mikroplastik diperlukan peran seluruh pihak, dari pemerintah, perguruan tinggi, pihak swasta dan industri serta LSM untuk mengurangi konsumsi plastik," kata Reza.

    Baca juga: Tangis Ilmuwan LIPI untuk Paus Sperma Pemakan Plastik

    Simak kabar terbaru dari LIPI hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.