eSport Tak Bisa Diremehkan, Ini Langkah Nimo TV

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet eSport Hansel Ferdinand dengan ID Player BnTeT menjadi altet eSport dengan penghasilan tertinggi pertama di Indonesia. Total hadiah yang diperoleh dari 34 turnamen baik nasional mapun internasional adalah US$ 93.906 atau setara dengan Rp 1,41 miliar. Instagram/@Hanselferdinand

    Atlet eSport Hansel Ferdinand dengan ID Player BnTeT menjadi altet eSport dengan penghasilan tertinggi pertama di Indonesia. Total hadiah yang diperoleh dari 34 turnamen baik nasional mapun internasional adalah US$ 93.906 atau setara dengan Rp 1,41 miliar. Instagram/@Hanselferdinand

    TEMPO.CO, Jakarta - Pendapatan sektor eSport berkembang mencapai empat kali lipat dibandingkan sejak 2012. Pada 2017 pendapatannya mencapai US$ 493 juta. Hal tersebut menjadi peluang Nimo TV untuk mendukung eSport dengan menayangkan live streaming kompetisi eSport hingga tingkat Asia Tenggara.

    Baca: Mobile Legends Jadi Cabang eSport di SEA Games 2019

    "Kami melihat minat penonton Nimo TV untuk menyaksikan live streaming turnamen setingkat Asia Tenggara menjadi bukti pesatnya pertumbuhan industri eSport di Indonesia. Live streaming turnamen seperti South East Asia Cyber Arena (SEACA) 2018 dan PUBG Indonesia National Championship 2018 berhasil menyedot banyak penonton," ujar Head of Marketing Nimo TV Indonesia Kevin Raharja akhir pekan lalu.

    Bahkan riset juga memperkirakan kancah kompetisi video game di tingkat profesional akan mampu menarik pendapatan hingga US$ 1,6 milliar. Hal ini juga didukung masuknya eSport dalam salah satu cabang olahraga yang ditandingkan, dimulai dari turnamen eksibisi eSports di Asian Games 2018 di Jakarta bulan Agustus lalu, hingga diumumkannya sebagai cabang olahraga resmi yang ditandingkan di SEA Games 2019 serta Asian Games 2022. 

    Secara keseluruhan, Asia Pasifik menjadi kawasan terdepan dalam memanfaatkan pendapatan dari sektor eSport. Hingga 2017, benua Asia terhitung menyumbang sekitar sepertiga dari total pendapatan di sektor eSport secara global di angka US$ 406 juta, mengalahkan kawasan lainnya.

    "Ini membuat kami optimistis akan pertumbuhan platform live streaming gaming seperti Nimo TV. Kami juga menyiarkan secara langsung turnamen eSport kelas dunia, seperti ESL Pro League CS: Go dan Arena of Valor International Championship yang banyak diminati masyarakat Indonesia," kata Kevin.

    Di sisi lain, platform live streaming menjadi faktor penting dari perkembangan turnamen video game menjadi olahraga massal. Nimo TV, sebagai salah satu platform penyedia layanan live streaming khusus eSport akan menyediakan variasi konten yang disukai masyarakat, dengan memberi akses eksklusif berbagai turnamen kelas dunia.

    Banyak atlet eSport yang sudah bergabung dengan Nimo TV sebagai streamer, seperti Jess No Limit, SuperNayr, Benzer Ridel, Emperor, dan banyak lagi lainnya. Mereka rutin melakukan live streaming di Nimo TV dan berinteraksi dengan penontonnya.

    "Di Indonesia, kami melihat pertumbuhan pasar live streaming  akan semakin meningkat memasuki 2019," tutur Kevin. "Selain karena pertumbuhan pesat eSport di beberapa daerah seperti Kalimantan dan Sulawesi, banyaknya penyelenggaraan turnamen sepanjang 2018 juga memberikan kontribusi besar atas pertumbuhan tersebut."

    Selain itu, menariknya pertandingan eSport juga memperebutkan total hadiah yang lebih besar dibandingakn gelaran olah raga NBA Championship dan FIFA Confederation. Turnamen Dota 2 terbesar di dunia, mampu menawarkan total hadiah mencapai US$ 25 juta pada 2018, melebihi total hadiah yang ditawarkan turnamen lainnya, seperti NBA Championship US$ 13 juta atau FIFA Confederations Cup US$ 20 juta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?