BMKG Longgarkan Zona Rawan Kewaspadaan Tsunami

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga memeriksa bekas reruntuhan rumah yang rusak diterjang tsunami di Dusun Tiga Regahan Lada, Pulau Sebesi, Lampung Selatan, Minggu 30 Desember 2018. Pasca tsunami Selat Sunda, sebanyak 2.514 warga Pulau Sebesi terdampak telah dievakuasi meninggalkan rumah mereka ke posko pengungsian di Kalianda, Lampung Selatan. ANTARA FOTO/Adam Bariq

    Warga memeriksa bekas reruntuhan rumah yang rusak diterjang tsunami di Dusun Tiga Regahan Lada, Pulau Sebesi, Lampung Selatan, Minggu 30 Desember 2018. Pasca tsunami Selat Sunda, sebanyak 2.514 warga Pulau Sebesi terdampak telah dievakuasi meninggalkan rumah mereka ke posko pengungsian di Kalianda, Lampung Selatan. ANTARA FOTO/Adam Bariq

    TEMPO.CO, Bandung - Menjelang malam Tahun Baru, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menurunkan zona kewaspadaan bahaya tsunami menjadi 500 meter dari tepi pantai.

    Baca: Angin Puting Beliung Melanda Panguragan Cirebon, Ini Kata BMKG

    "Sebelumnya BMKG menyampaikan zona kewaspadaan sampai satu kilometer," kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono, Senin 31 Desember 2018. Penurunan itu terkait dengan kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau yang juga menurun.

    Beberapa hari lalu, BMKG meminta masyarakat untuk mewaspadai adanya potensi tsunami sejauh 500 meter hingga jarak 1 kilometer dari kawasan pantai sekitar Selat Sunda. Kewaspadaan itu terkait dengan naiknya status Gunung Anak Krakatau dari Waspada menjadi Siaga oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

    Deputi Bidang Geofisika BMKG Muhamad Sadly dalam siaran pers yang dikeluarkan Senin sore, 31 Desember 2018, menyatakan penurunan zona kewaspadaan tsunami Selat Sunda ini terkait dengan informasi dari PVMBG - Badan Geologi, Kementerian ESDM melalui surat nomor 4668/45/BGL/2018 tanggal 31 Desember 2018, yang menyatakan menurunnya erupsi Gunung Anak Krakatau.

    Masyarakat yang berada di zona pantai atau pesisir Selat Sunda terutama di wilayah pantai Kabupaten Pandeglang, Serang dan Kota Cilegon, diminta tetap tenang dan mewaspadai zona dalam radius 500 meter dari tepi pantai.

    BMKG juga meminta warga terus memantau perkembangan informasi terkait kewaspadaan bahaya tsunami melalui website, aplikasi mobile dan media sosial InfoBMKG, serta memonitor perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui aplikasi MAGMA INDONESIA dari Badan Geologi-ESDM agar tidak terpancing dengan informasi atau isu yang menyesatkan.

    BMKG beserta Badan Geologi dengan dukungan TNI dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman masih tetap terus memantau, dan akan terus menyampaikan informasi perkembangannya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.