Drone Alap-alap BPPT: Terbang 7 Jam Non-Stop, Daya Jelajah Luas

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat nirawak tipe Alap-alap PA-06D milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) resmi mendapatkan sertifikat militer dari Kementerian Pertahanan. Kredit: Humas BPPT

    Pesawat nirawak tipe Alap-alap PA-06D milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) resmi mendapatkan sertifikat militer dari Kementerian Pertahanan. Kredit: Humas BPPT

    TEMPO.CO, Jakarta - Drone Alap-alap PA-06D rancangan Badan Pengkajian dan Pemerapan Teknologi (BPPT) mendapat sertifikasi militer dari Kementerian Pertahanan. Drone ini memiliki kemampuan pemetaan seluas 1.700 hektare.

    Baca juga: Drone Alap-alap BPPT Dapat Sertifikasi Militer dari Kemenhan

    "Dengan kemampuan pemetaan seluas 1.700 hektare per jam atau satu kali terbang (yaitu selama 5 jam operasi pemetaan), Drone BPPT ini dapat memetakan seluas lebih dari 8.500 hektare, pada ketinggian 1.500 kaki. Sebagai gambaran, luas wilayah DKI adalah 66.150 hektare," ujar Deputi Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa BPPT, Wahyu Widodo Pandoe, di Kantor BPPT, Kamis, 3 Januari 2019.

    Drone itu mendapatkan sertifikasi dari Kemenhan. Sertifikasi yang diberikan adalah jenis Type Certificate (TC) dan Sertifikat Kelaikan Udara Militer. Drone memiliki bentang sayap 3,2 meter dengan berat maksimum saat takeoff 31 kilogram, serta endurance 5 jam terbang. Drone tipe Alap-alap ini dalam sertifikasinya, ditujukan untuk misi pemetaan area.

    Baca juga: Masuk Industri, BPPT: Drone Alap-alap PA4 Diuji Coba Pemetaan

    Sebelumnya, pesawat nirawak itu sukses melakukan uji coba misi pemetaan jalur kereta api cepat Cirebon Brebes (61 kilometer) pada Juli 2017 lalu. Selain itu, drone juga digunakan untuk melalukan pemetaan daerah terdampak bencana di Lombok atas permintaan BNPB Agustus 2018.

    "Untuk altitude atau ketinggian terbangnya, Alap-alap ini mampu mencapai 12.000 kaki, dengan jangkauan datalink 100 kilometer (LOS). Untuk kecepatan saat cruise 55 - 65 knot dan untuk takeoff landing memerlukan landasan pacu sepanjang 150-200 meter," kata Wahyu.

    Drone ini diajukan ke Puslaik Kementerian Pertahanan untuk disertifikasi sebagai produk militer dengan jenis sertifikat Type Certificate (TC). BPPT berharap setelah mendapatkan sertifikasi, drone Alap-alap PA-06D diharapkan dapat diproduksi di dalam negeri dan bisa dimanfaatkan oleh TNI.

    Baca juga: Drone Buatan BPPT Sukses Terbang 7 Jam Tanpa Henti

    Simak artikel menarik lainnya seputar drone Alap-alap PA-06D hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.