Gempa Tasikmalaya Magnitudo 4,8 Disebabkan Penumjaman Lempeng

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gempa. abcnews.com

    Ilustrasi gempa. abcnews.com

    TEMPO.CO, Bandung - Gempa Tasikmalaya, Senin malam, 7 Januari 2018, terjadi akibat subduksi alias penunjaman lempeng di wilayah selatan Jawa. Lindu bermagnitudo 4,8 itu bertitik sumber gempa di laut. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tidak mengeluarkan peringatan dini tsunami.

    Baca juga: Gempa Magnitudo 4,8 Guncang Tasikmalaya, Tidak Berpotensi Tsunami

    Kepala BMKG Wilayah II Tangerang Selatan Joko Siswanto lewat keterangan tertulis menyebutkan, gempa itu terjadi pada pukul 22:04:09 WIB dengan kekuatan M=4.8. Koordinat episenter 8.15 LS dan 107.88 BT atau tepatnya berlokasi di laut. "Pada jarak 62 kilometer arah barat daya Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat," katanya semalam.

    Sumber gempa berada pada kedalaman 21 kilometer. Berdasarkan hasil analisis pada peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG dan laporan dari masyarakat, gempa bumi dirasakan di daerah Sukabumi, Pangandaran, Garut, Tasikmalaya dan Ciamis.

    Baca juga: Pasca Gempa, Strategi Wisata Inilah yang Digenjot NTB

    Skala intensitas gempanya berskala II-III MMI. Pada skala II getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Sementara skala III getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan-akan ada truk lewat.

    Ditinjau dari kedalaman hiposenternya, kata Joko, tampak bahwa gempa bumi ini merupakan lindu dangkal. BMKG meminta warga tetap tenang dan terus mengikuti arahan BPBD dan informasi BMKG.

    Baca juga: Video Drone: Melihat Konstruksi LRT yang Dibuat Tahan Gempa

    Simak kabar terbaru seputar gempa Tasikmalaya hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Sandiaga Uno Soal Tenaga Kerja Asing Tak Sebutkan Angka

    Sandiaga Uno tak menyebutkan jumlah Tenaga Kerja Asing dalam debat cawapres pada 17 Maret 2019. Begini rinciannya menurut Kementerian Ketenagakerjaan.