Penjelasan BMKG Soal Pemicu Gempa Sukabumi Magnitudo 5,4

Reporter:
Editor:

Elik Susanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gempa. geo.tv

    Ilustrasi gempa. geo.tv

    TEMPO.CO, Bandung - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG memutakhirkan besaran gempa yang mengguncang Sukabumi, Cianjur dan Bandung.  Menurut Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono, semula guncangan gempa pada  Selasa, 8 Januari 2019 magnitude 5,4 itu menjadi 5,0.

    Baca: Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Sukabumi, Cianjur dan Bandung

    Melalui keterangan tertulis, Rahmat Triyono menjelaskan, lindu berkedalaman dangkal ini diakibatkan oleh aktivitas subduksi atau penunjaman. "Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempang Eurasia," katanya.

    Gempa tektonik ini, kata Rahmat Triyono, berdasarkan catatan BMKG kejadiannya pukul 16.54. Hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempa terletak pada koordinat 7,83 LS dan 106,44 BT. "Atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 93 kilometer arah selatan Kota Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat," katanya.

    Sumber kedalaman gempa juga dimutakhirkan menjadi 50 kilometer dari informasi awal 10 kilometer. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan Sesar Naik (Thrust Fault).

    Guncangan gempa dilaporkan dirasakan di daerah Pelabuhan Ratu dan Sukabumi dengan skala intensitas III MMI, Bandung II-III MMI, Pangandaran dan Lebak II MMI. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa tidak berpotensi tsunami.

    Baca juga: Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Retakan Gunung Anak Krakatau


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.