Waspada, Ada Email Peretas Tanam Malware di Situs Porno

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mitos Para Peretas Rusia

    Mitos Para Peretas Rusia

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak modus penipuan yang dilakukan oleh para hacker atau peretas, salah satunya melalui email. Mereka mengklaim telah menaruh malware di situs video porno, dan akan menyebarkan aktivitas pengguna di situs tersebut.

    Baca: Awas, Peretas Menyukai Musim Liburan
    Baca: Ini 4 Potensi Serangan Siber Sepanjang 2019
    Baca: Waspada, Hacker Bisa Jebol Akun Twitter Hanya dari Nomor Telepon

    Peretas mengirim pesan dengan pembukaan seperti ini: "Saya mengetahui bahwa, ********** adalah kata sandi Anda. Anda tidak mengenal Saya dan Anda mungkin bertanya bagaimana cara Saya mendapatkan email ini, bukan? Ya, Saya sebenarnya menaruh malware di situs web klip video dewasa (porno)...," sebagaimana dilaporkan perusahaan keamanan siber Kaspersky Lab, 8 Januari 2019.

    Pesan lainnya berbunyi seperti ini: "Saya meretas kotak surat ini dan menginfeksi sistem operasi Anda dengan virus ...". Bahkan: "Saya adalah bagian dari kelompok peretas internasional. Seperti yang bisa Anda tebak, akun Anda telah diretas ...".

    Semua tipe pesan bisa saja bermunculan, tapi intinya bermuara pada klaim bahwa pengirim menginfeksi komputer dengan cara meretas akun, atau menempatkan malware di situs porno yang Anda kunjungi. Mereka tampaknya telah mendapatkan kontak email, jejaring sosial, pengirim pesan instan, dan catatan kontak telepon Anda.

    Selain itu, mereka juga tampaknya memiliki akses total ke perangkat dan mungkin melakukan pembajakan pada webcam, untuk menunjukkan video rekaman bahwa Anda sedang menonton sesuatu pada situs porno. Para pelaku kejahatan siber ini akan mengancam untuk mengirim video ke semua teman dan kolega Anda.

    Satu-satunya cara untuk menghentikannya menurut mereka adalah mentransfer sejumlah cryptocurrency ke dompet anonim. Beberapa pelaku kejahatan akan memberi Anda tenggat waktu selama beberapa hari, mengaku tahu persis kapan Anda membuka email, dan konon mengandung piksel pelacakan yang memungkinkan mereka memonitor status pesan.

    Dalam beberapa kasus, sebagai bagian dari upaya mereka meyakinkan Anda akan keberadaan video berbahaya yang akan disebarluaskan, Anda akan diminta untuk membalas pesan tersebut atau jika tidak, video akan disebarluaskan. Tentunya dengan catatan jika pembayaran dilakukan, maka pelaku akan menghapus video yang bersangkutan dan basis data dari kontak Anda.

    Tenang, sebenarnya tidak ada yang merekam aktivitas Anda. Karena, kenyataannya tidak ada "virus" yang mematikan maupun video yang memalukan. Lalu, bagaimana seseorang dapat mengetahui kata sandi Anda? Sederhana: Peretas telah mendapatkan salah satu dari banyak basis data akun pengguna, dan kata sandi yang tersedia di darknet yang bocor dari berbagai layanan online.

    Di Amerika Serikat, tidak kurang dari 163 juta catatan pengguna berada dalam bahaya hanya dalam tiga kuartal pertama 2017. Mereka yang mengaku mengetahui bahwa Anda telah melihat konten dewasa, itu adalah kesempatan dalam kegelapan. Email yang Anda terima dikirim ke ribuan, bahkan jutaan orang, dengan kata sandi penerima (dan detail pribadi lainnya) secara otomatis tergabung di dalam pesan dari basis data.

    Walaupun hanya beberapa lusin dari penerima yang membayar tebusan, itu akan menjadi sebuah keuntungan yang lebih dari cukup bagi para scammer. Hal yang sama juga berlaku, saat mereka mengancam untuk membagikan rekaman video Anda menonton, kepada beberapa teman sebagai bukti. Hanya sedikit orang yang memverifikasi kebenaran ancaman halus tersebut, sebagian besar lebih memilih untuk tidak mengambil risiko seperti melakukan pendekatan demi mengungkap rahasia tersebut.

    Simak artikel lain tentang peretas di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.