Ini Jadwal Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Indonesia 2019

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perpustakaan pusat Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat. TEMPO/Seto wardhana

    Perpustakaan pusat Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat. TEMPO/Seto wardhana

    TEMPO.CO, Depok - Jadwal penerimaan mahasiswa baru Universitas Indonesia Tahun Ajaran 2019/2010 telah keluar. Jadwal tersebut disampaikan Rektor UI Muhammad Anis, Wakil Rektor UI Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Bambang Wibawarta, dan Kepala Kantor Penerimaan Mahawasiswa Baru UI Untung Yuwono di Gedung Pusat Administrasi UI Depok, Selasa, 8 Januari 2018.

    Baca juga: Universitas Indonesia Kirim Relawan ke 3 Daerah Bencana

    Kampus dengan almamater Yellow Jacket ini membuka tiga jalur penerimaan, yakni seleksi nasional, SIMAK UI, dan kelas paralel. UI, kata Anis, memiliki 122 program studi di empat program pendidikan (vokasi, sarjana reguler, sarjana paralel, dan sarjana kelas internasional). Pada tahun ajaran ini UI membuka program studi baru di kelas sarjana kelas internasional, yakni Pendidikan Dokter Gigi yang bekerja sama dengan Newcastle University, Inggris, dan ACTA Amsterdam, Belanda.

    "UI mengundang seluruh anak bangsa untuk berkompetisi melalui Seleksi Nasional maupun SIMAK UI dan menikmati pendidikan di universitas riset terkemuka di Asia Tenggara yang inklusif dan modern ini," kata Anis.

    Baca juga: Inilah 10 Kampus Hijau di Dunia Versi UI GreenMetrics

    Selain itu, Anis juga mengumumkan pembaruan penerimaan pada jalur penerimaan SNMPTN. Jalur ini berbasis perkembangan nilai siswa selama di SMA. Tahun ini, penerimaan dari jalur SNMPT dibedakan kuotanya sesuai akreditasi sekolah masing-masing. Sekolah dengan akreditasi A berhak mendapatkan kuota siswa yang diterima di UI sebanyak 40 persen dari jumlah yang didaftarkan, akreditas B berhak mendapatkan kuota 25 persen, dan akreditasi C dengan kuota 5 persen.

    Pada jalur SBMPTN, kata Anis, metode ujian seluruhnya telah berbasis komputer atau UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer). "SBMPTN 2019 tidak lagi memberlakukan jenis ujian campuran melainkan hanya tersedia Saintek dan Soshum," ujar Anis.

    Berikut adalah jadwal penerimaan mahasiswa baru dari berbagai jalur masuk di Universitas Indonesia beserta kuotanya:

    Sarjana Reguler
    - SNMPTN (30 persen), pendaftaran dibuka 4 Februari 2019
    - SBMPTN (40 persen), pendaftaran dibuka 1 Maret 2019
    - SIMAK UI (30 persen), pendaftaran dibuka 10 Juni 2019
    Pendaftaran dibuka

    Sarjana Paralel
    - SIMAK UI (50 persen), pendaftaran dibuka 10 Juni 2019
    - PPKB/Talentscouting (50 persen), pendaftaran dibuka 4 Februari 2019

    Sarjana Kelas Internasional
    - SIMAK UI (60 persen), pendaftaran dibuka 10 Juni 2019
    - PPKB/Talentscouting (40 persen), pendaftaran dibuka 4 Februari 2019

    Vokasi
    - SIMAK UI (30 persen), pendaftaran dibuka 10 Juni 2019
    - PPKB/Talentsouting (30 persen), pendaftaran dibuka 4 Februari 2019

    Materi Ujian:

    - SIMAK UI Kelas Reguler, Paralel, dan Vokasi
    Menulis esai untuk mengukur kemampuan softskill dan kemampuan dasar (Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris) untuk semua jurusan. Ditambah dengan Matematika IPA, Biologi, Fisika, Kimia, untuk kemampuan IPA. Sedangkan kemampuan IPS ditambah Ekonomi, Sejarah, Geografi, dan Sosiologi.

    - SIMAK UI Kelas Internasional
    Mathematics, Biology, Physics, Chemistry (Natural Science) dan Basic Mathematics, Economics, Indonesian and World History, Geography, Sociology (Social Science)

    - SBMPTN
    Tes Potensi Skolastik untuk mengukur kemampuan kognitif, seperti kemampuan penalaran dan pemahaman umum. Tes Kompetensi Akademik untuk mengukur pengetahuan dan pemahaman keilmuan yang diajarkan di sekolah.

    Baca juga: FIB UI: Tenaga Kerja Asing Idealnya Bisa Bahasa Indonesia

    Simak kabar terbaru seputar jadwal penerimaan mahasiswa baru 2019 hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.