Dalam 8 Tahun, Penjualan Smartphone Huawei Meningkat 66 Kali

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Huawei.[REUTERS]

    Huawei.[REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Deputy Country Director Huawei Device Indonesia Lo Khing Seng menjelaskan bahwa selama 2018, Huawei telah berhasil menjual lebih dari 200 juta unit smartphone secara global.

    Baca: Rilis di Indonesia, Ini Spesifikasi Huawei Y7 Pro 2019
    Baca: Huawei Y7 Pro 2019 Punya Baterai Besar, Sudah Pakai Android Pie

    "Pada 2010, kami secara global kami hanya menjual 3 juta unit perangkat dan selama 8 tahun, hingga 2018, kami penjualan kami meningkat 66 kali sehingga kami selama 2018 kami menjual lebih dari 200 juta unit," ujar Khing Seng, di Wayang Bistro, Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Sabtu, 12 Januarin 2019.

    Khing Seng menambahkan bahwa selama tahun 2018, Huawei mengklaim berhasil menjual 30 juta unit Mate dan P Series, dan dalam dua minggu Mate 20 Series sudah terjual 5 juta unit. Sedangkan Nova Series sudah terjual lebih dari 65 juta unit di seluruh dunia.

    Bahkan di Indonesia Mate 20 Series selama masa pre-order pertama menghasilkan nilai Rp 30 miliar. Secara global, kuartal II 2018, Huawei sukses berada di posisi kedua, menggeser iPhone, begitu pula pada kuarta III 2018.

    "Pertumbuhannya Huawei terus bertumbuh dan konsistensinya bisa terlihat dari 2010 hingga 2018. Ini karena Huawei memberikan value ke konsumen dengan produk yang inovatif. Secara revenue bertumbuh 50 persen, ini membuat prediksi tahun depan tercapai di tahun ini," kata Khing Seng.

    Penjualan Huawei Mate dan P Series, Khing Seng melanjutkan, sangat fantastis. Dia berharap 2019 memiliki hasil yang semakin baik. "Pada 2019 ini resolusi kita sederhana, tetap fokus membangun global iconik technology brand. Untuk itu, tahun ini kita akan fokus membangun brand image premium di segmen mid and high smartphone," kata Khing Seng.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Sandiaga Uno Soal Tenaga Kerja Asing Tak Sebutkan Angka

    Sandiaga Uno tak menyebutkan jumlah Tenaga Kerja Asing dalam debat cawapres pada 17 Maret 2019. Begini rinciannya menurut Kementerian Ketenagakerjaan.