Super Blood Moon 21 Januari Tidak Terjadi di Indonesia

Kemilau Super blue blood moon yang terlihat jelas di Michmoret, Israel, 31 Januari 2018. (AP Photo/Ariel Schalit)

TEMPO.CO, Bandung - Para pengamat dan penggemar astronomi tengah menantikan gerhana Super Blood Moon. Fenomena spesial itu akan terjadi pada 21 Januari 2019. Namun, di langit Indonesia, bulan hanya purnama dengan agak super.

Baca: Super Blood Moon Januari 2019 Langka, Ini Kata Ahli NASA

Baca: Super Blood Moon Januari 2019 Langka, Tanda Akhir Zaman?

Pada Januari ini, jarak bulan tengah dalam posisi terdekatnya dengan bumi atau disebut perigee. Saat 22 Januari, bulan mencapai jarak terdekatnya dengan bumi sejauh 357.342 kilometer.

Sebelum itu pada 21 Januari, bulan akan muncul secara penuh atau purnama di wilayah Indonesia. "Disebut Bulan Super karena bulan memasuki fase purnama saat berada pada jarak terdekat dengan Bumi," kata Avivah Yamani, penggiat astronomi di komunitas Langit Selatan Bandung, Ahad, 13 Januari 2019.

Pada hari itu, bulan akan berada di atas cakrawala sejak matahari terbenam sampai fajar tiba. Jika langit cerah, kondisi itu kesempatan baik untuk mengamati bulan dan kawah-kawahnya. "Setelah fase purnama, waktu terbit bulan secara perlahan akan bergeser semakin malam," katanya.

Wilayah Indonesia hanya kebagian Bulan Super. Berbeda dengan wilayah Pasifik Tengah, Amerika,  Eropa dan Afrika. Di lokasi itu selain Bulan Super, berlanjut ke fenomena gerhana bulan total yang disebut Super Blood Moon.

Istilah Blood merujuk pada warna bulan. Ketika purnama biasa terlihat pucat, kemudian berubah menjadi kemerahan akibat proses gerhana total. Penyebabnya karena bumi membiaskan gelombang cahaya matahari. 

Saat gerhana bulan, posisi bumi berada di antara matahari dan bulan. Bagi pengamat di sebagian wilayah, bumi menghalangi pancaran sinar matahari ke bulan. Namun bagi pengamat di wilayah lain seperti Indonesia, karena perbedaan letak geografis, cahaya matahari ke bulan tidak terhalangi. Karena itu yang bakal terlihat hanya purnama tanpa gerhana.

Simak artikel lainnya tentang fenomena Super Blood Moon di kanal Tekno Tempo.co.






Kalender Astronomi Oktober 2022 dan Kegiatan Internasional

1 hari lalu

Kalender Astronomi Oktober 2022 dan Kegiatan Internasional

Secara internasional ada juga pekan antariksa dunia pada Oktober ini.


Dubai Akan Miliki Resort Mewah dan Unik Berbentuk Bulan

19 hari lalu

Dubai Akan Miliki Resort Mewah dan Unik Berbentuk Bulan

Moon World Resort di Dubai akan menjadi bangunan yang besar dan unik serta mewah.


Cina Negara Ketiga Temukan Mineral Baru di Bulan

20 hari lalu

Cina Negara Ketiga Temukan Mineral Baru di Bulan

Misi Chang'e 5 mengumpulkan 1,73 kilogram sampel dari Bulan dan mengirimkannya dengan aman ke Bumi untuk dipelajari.


Dubai Bangun Resor Mewah Replika Bulan Raksasa Senilai Rp 74 Triliun

23 hari lalu

Dubai Bangun Resor Mewah Replika Bulan Raksasa Senilai Rp 74 Triliun

Dubai membangun tempat wisata yang persis seperti di luar angkasa, dalam bentuk replika bulan raksasa.


Planetarium Jakarta Pertama Kali Undang Warga Meneropong di Gedung Sendiri

32 hari lalu

Planetarium Jakarta Pertama Kali Undang Warga Meneropong di Gedung Sendiri

Pada tahun 2022, Planetarium Jakarta mulai melakukan kegiatan peneropongan benda langit, namun menumpang di gedung lain.


NASA Buka Misi Bulan Artemis untuk Semua Astronot

57 hari lalu

NASA Buka Misi Bulan Artemis untuk Semua Astronot

Inisiatif ini membatalkan pengumuman tahun 2020 yang memilih 18 astronot untuk misi ini, yang kemudian disebut NASA sebagai Tim Artemis.


Korea Selatan Kirim Pengorbit ke Bulan

5 Agustus 2022

Korea Selatan Kirim Pengorbit ke Bulan

Korea Selatan mengirimkan pengorbit, yang dinamai Danuri, ke bulan. Korea Selatan berharap bisa mendaratkan sebuah wahan ke bulan pada 2030 mendatang


Mengapa Kalender Hijriah Maksimal 30 Hari dalam Sebulan?

30 Juli 2022

Mengapa Kalender Hijriah Maksimal 30 Hari dalam Sebulan?

Jarak antarbulan dalam kalender Hijriah berkisar antara 29 hari 5,5 jam hingga 20 jam. Alasan itu yang membuat penanggalan Hijriah maksimal 30 hari.


Hyundai dan Kia Kerja Sama Bikin Kendaraan untuk Menjelajah Bulan

28 Juli 2022

Hyundai dan Kia Kerja Sama Bikin Kendaraan untuk Menjelajah Bulan

Kedua perusahaan di bawah Hyundai Group ini telah menandatangani perjanjian penelitian bersama enam lembaga penelitian berbeda di Korea Selatan.


Misi Bulan Pertama Korea Selatan Sebentar Lagi, Meluncur dengan SpaceX Falcon 9

27 Juli 2022

Misi Bulan Pertama Korea Selatan Sebentar Lagi, Meluncur dengan SpaceX Falcon 9

Misi tersebut dipandang sebagai langkah pertama dalam agenda luar angkasa ambisius Korea Selatan.