Konflik Apple dan Qualcomm Perlambat Adopsi 5G untuk iPhone

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gambar render yang diduga iPhone XI. Ponsel terbaru dari Apple ini diperkirakan akan dirilis pada 2019. (yoda.ro)

    Gambar render yang diduga iPhone XI. Ponsel terbaru dari Apple ini diperkirakan akan dirilis pada 2019. (yoda.ro)

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan teknologi Apple dan Qualcomm memiliki hubungan yang kurang harmonis, yang berbuntut pada lambatnya adopsi teknologi 5G yang akan digunakan oleh perangkat iPhone.

    Baca: Alasan iPhone XS, XR Gagal Pakai Modem Qualcomm dan Pilih Intel
    Baca: Apple Akan Merilis 3 iPhone Baru pada 2019
    Baca: Inikah Penampakan iPhone XI? Simak Video Berikut

    Sebuah kesaksian dari Chief Operating Officer Apple Jeff Williams di depan Federal Trade Commission (FTC) Amerika mengungkapkan bahwa Qualcomm telah menolak untuk memasok modemnya untuk iPhone. Hal itu dilakukan sejak perselisihan keduanya dimulai.

    "Qualcomm mengenakan terlalu banyak royalti, besarannya US$ 7,50 per iPhone setara dengan Rp 105 ribu. Apple hanya ingin membayar US$ 1,50 per iPhone setara Rp 21 ribu. Itu hanya royalti untuk paten yang dimiliki Qualcomm, modem itu sendiri berharga US$ 30 setara dengan Rp 420 ribu," kata Williams, seperti dilansir laman GSM Arena, Selasa, 15 Januari 2019.

    FTC sedang menyelidiki Qualcomm untuk praktik monopoli, sesuatu yang ditegaskan Intel sejak 2017. Tahun lalu Uni Eropa mendenda Qualcomm 1 miliar Euro (setara Rp 16 triliun), karena membayar Apple untuk menggunakan modemnya secara eksklusif, dengan tujuan menghindari Intel.

    Sumber orang dalam Apple mengklaim bahwa iPhone pertama dengan teknologi 5G akan keluar pada 2020. Uji coba mengungkapkan Apple telah mempertimbangkan Intel, MediaTek dan Samsung sebagai pemasok potensial modem 5G untuk iPhone 2019-nya.

    GSMARENA | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.