Uni Eropa Pertimbangkan untuk Larang Produk Huawei, Alasannya...

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Huawei.[REUTERS]

    Huawei.[REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Uni Eropa memiliki kekhawatiran spionase Cina dengan menggunakan produk Huawei. Hal itu membuat pejabat Uni Eropa mulai mempertimbangkan aturan baru yang melibatkan pembangunan infrastruktur untuk menjamin keamanannya, seperti dilansir laman tomshardware, Kamis, 31 Januari 2019.

    Baca juga: Sambut Imlek, Huawei Gelar Promo Huawei Y7 Pro 2019

    Beberapa pejabat Uni Eropa dan negara-negara anggota juga mempertimbangkan larangan de facto teknologi dari Huawei dan perusahaan Cina lainnya khususnya terkait dengan 5G. Menurut laman Reuters, empat pejabat senior Uni Eropa melihat dokumen untuk mencegah penggunaan teknologi Huawei di jaringan seluler generasi mendatang.

    Negara-negara Uni Eropa khawatir bahwa pemerintah Cina meminta Huawei atau perusahaan Cina lainnya untuk membangun backdoors teknologi komunikasi inti, seperti di dalam peralatan jaringan 5G-nya. Kekhawatiran itu diperburuk oleh aturan Cina, yang memungkinkan pihak berwenang dapat memanfaatkan data-data tersebut, seperti tuduhan pemerintah Amerika bahwa Cina melakukan spionase industri.

    Pemerintah Jerman mempertimbangkan apakah akan melarang Huawei dan perusahaan Cina lainnya dari pengembangan peralatan telekomunikasi dalam negeri. Sementara, pemerintah Republik Ceko juga baru-baru ini melarang Huawei untuk membangun sistem online nasional dengan mengajukan pengembalian pajak.

    Baca juga: Smartphone Lipat Samsung VS Huawei, Siapa Duluan?

    Saat ini, anggota Komisi Eropa dan pejabat Uni Eropa lainnya sedang mempertimbangkan beberapa dokumen yang berbeda, mulai dari amandemen hingga aturan cyber security 2016. Karena akan membutuhkan jaminan keamanan yang lebih ketat dari perusahaan yang mengembangkan teknologi infrastruktur hingga larangan de facto di Uni Eropa.

    Namun, perusahaan telekomunikasi asal Inggris, Vodafone, mengatakan bahwa meskipun akan menggantikan Huawei dari infrastruktur intinya, Vodafone tidak akan menggantikan teknologi perusahaan dalam jaringan akses radio. Sementara, perusahaan telekomunikasi terbesar di Eropa Deutsche Telekom, mengatakan bahwa jika Huawei dilarang di Eropa, perusahaan akan menunda penyebaran jaringan 5G hingga dua tahun.

    Para pejabat Uni Eropa harus memperhitungkan kesejahteraan seluruh populasi yang ada. Dan potensi risiko yang dapat ditimbulkan oleh backdoors terhadap infrastruktur komunikasi penting Uni Eropa, bukan hanya argumen laba dan biaya dari perusahaan tertentu.

    Baca juga: Huawei Rilis Chipset Jaringan 5G, Balong 5000

    Simak kabar terbaru seputar Huawei hanya di kanal Tekno Tempo.co.

    TOMSHARDWARE | REURERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?