BMKG Pasang Peringatan Dini Tsunami di Pesisir Pandeglang

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pohon rusak karena terkena tsunami Selat Sunda di Pandeglang, Banten, Rabu, 2 Januari 2019. Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyatakan hingga H+11 bencana jumlah korban jiwa tsunami Selat Sunda telah mencapai 437 orang. ANTARA

    Sejumlah pohon rusak karena terkena tsunami Selat Sunda di Pandeglang, Banten, Rabu, 2 Januari 2019. Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyatakan hingga H+11 bencana jumlah korban jiwa tsunami Selat Sunda telah mencapai 437 orang. ANTARA

    TEMPO.CO, Pandeglang - Badan Meteorogi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memasang alat Early Warning Sistem (EWS) atau alat peringatan dini tsunami di sekitar pesisir pantai di Pandeglang.

    Pemasangan alat deteksi itu merupakan bantuan Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) BMKG dan diterima secara simbolis oleh Bupati Pandeglang Irna Narulitadi Pendopo, Senin, 4 Februari 2019.

    Bupati Irna Narulitadi mengatakan pemasangan alat deteksi EWS di sejumlah titik untuk membantu masyarakat sebagai peringatan apabila terjadi bencana alam.

    Pemerintah daerah akan mensosialisasikan alat deteksi peringatan dini tersebut kepada masyarakat pesisir guna mengurangi risiko bencana tsunami yang berpotensi menerjang pesisir pantai Pandeglang jika ada gempa tektonik.

    "Saya kira alat itu bisa berbunyi untuk memperingati warga untuk menyelamatkan diri jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam," katanya.

    Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Serang Tardjono mengatakan, pemasangan alat deteksi EWS itu merupakan kewenangan dari BMKG Pusat. Namun, dirinya hanya menyampaikan pemasangan alat peringatan dini yang sudah dipasang oleh BMKG pusat yaitu "Water Level" di PLTU Labuan, Ujungkulon, Pulau Sebesi dan Pulau Panaitan.

    Tarjono mengatakan belum lama ini alat magnet bumi milik BMKG Serang, sudah dipindahkan ke wilayah Sumur. "Ini untuk mendeteksi tingkat kemagnetan bumi dan membantu juga pendeteksi gempa bumi tektonik," jelasnya.

    Ia menambahkan, sebenarnya alat untuk memantau terjadinya gempa di wilayah zona dua Banten, Jawa dan Lampung sudah terbilang cukup. "Sensor Gempa itu ada di BMKG Serang, Kota Bumi Lampung Utara, Tanggerang, Bandung dan Balai Besar BMKG Ciputat.

    Simak artikel lainnya tentang peringatan dini tsunami di kanal Tekno Tempo.co.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mohamed Salah dan Para Pemain Bola yang Tetap Berpuasa Ramadan

    Saat menjalankan profesi yang menguras tenaga, Mohamed Salah dan sejumlah pemain bola yang berlaga di liga-liga eropa tetap menjalankan puasa Ramadan.