Tips Teknologi: Memilih Anti Virus

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • taranfx.com

    taranfx.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Tips teknologi kali ini akan membahas tentang bagaimana cara melindungi diri dari serangan siber. Laporan perusahaan keamanan siber Kaspersky Lab menyebutkan bahwa telah mendeteksi puluhan juta ancaman siber baik melalui online maupun offline.

    Baca juga: Tips Teknologi: Mengembalikan Pesan WhatsApp yang Terhapus

    Tinjauan ancaman itu didasarkan pada data yang diperoleh dan diproses menggunakan Kaspersky Security Network (KSN) yang menyediakan wawasan global dan regional tentang ancaman online dan komputer periode Oktober-Desember 2019. Kaspersky Lab menyarankan bahwa untuk melindungi diri dari ancaman online dan lokal, pengguna perlu menginstal perangkat lunak keamanan tingkat bisnis atau konsumen.

    Perangkat lunak anti virus tersebut harus mencakup beberapa hal, berikut hal tersebut:

    Baca juga: Tips Teknologi: Menghindari Serangan Siber dari Mantan Karyawan

    1. Komponen deteksi perilaku yang mampu mendeteksi aktivitas berbahaya bahkan jika kode tidak diketahui.

    2. Kemampuan pencegahan eksploitasi yang baik dalam mendeteksi dan memblokir upaya malware untuk memafaatkan kerentanan perangkat lunak.

    3. Memiliki fitur-fitur pembelajaran mesin terbaik untuk menemukan kode samaran berbahaya dan dikaburkan yang dirancang untuk menembus metode pendeteksian klasik

    4. Kemampuan untuk memblokir objek yang terinfeksi agar tidak terhubung ke komputer, termasuk untuk bisnis: firewall, fungsi anti-rootkit, dan kontrol atas perangkat yang dapat dilepas.

    Baca juga: Tips Teknologi: Menghapus Akun WhatsApp Secara Permanen

    Simak tips teknologi lainnya seputar memilih anti virus hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    QAnon dan Proud Boys, Kelompok Ekstremis Sayap Kanan Pendukung Donald Trump

    QAnon dan Proud Boys disebut melakukan berbagai tindakan kontroversial saat memberi dukungan kepada Donald Trump, seperti kekerasan dan misinformasi.