Supermoon Datang Lagi 19 Februari

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bulan purnama supermoon terbit di atas pegunungan Los Andes di Santiago, Chili, 30 Januari 2018. REUTERS/Pablo Sanhueza

    Bulan purnama supermoon terbit di atas pegunungan Los Andes di Santiago, Chili, 30 Januari 2018. REUTERS/Pablo Sanhueza

    TEMPO.CO, Bandung - Fenomena bulan super atau Supermoon datang lagi. Waktunya pada 19 Februari 2019 setelah sebelumnya muncul pada 21 Januari lalu. "Purnama saat bulan mencapai jarak terdekatnya dengan bumi," kata Avivah Yamani, penggiat astronomi dari komunitas Langit Selatan Bandung, Senin, 11 Februari 2019.

    Jarak terdekat bulan dengan bumi pada 19 Februari nanti lebih dekat dari sebelumnya. Rentangnya mencapai 356.761 km. Sementara pada Supermoon 21 Januari lalu, jarak terdekat bumi dengan bulan tercapai sehari setelahnya sejauh 357.342 kilometer.

    Istilah Supermoon mengacu pada kondisi bulan purnama saat berjarak dekat dengan bumi (perigee). Dari bumi, bulan akan berada di atas cakrawala sejak matahari terbenam sampai fajar tiba. "Kesempatan baik untuk mengamati bulan dan kawah-kawahnya," kata Avivah.

    Saat Supermoon, bulan akan lebih cemerlang belasan persen dari purnama biasa. Ukurannya pun terkesan membesar dengan kisaran kurang dari 10 persen. Dampak Supermoon umumnya dikaitkan dengan potensi pasang air laut secara maksimum.

    Setelah fase purnama, bulan secara perlahan akan bergeser waktu terbitnya semakin malam. Mengutip laman Langit Selatan, purnama perigee atau Supermoon pada Februari ini merupakan yang terdekat jaraknya. Pada 2019 ini masih akan ada dua kali lagi purnama perigee.

    Fenomena langit yang rutin terjadi itu akan berpengaruh pada pasang surut air laut seperti purnama biasa. "Secara umum efeknya ada, namun detailnya pasti bergantung juga pada kondisi pantainya serta tipe pasang surut di pantai tersebut," kata Rukman Nugraha, astronom di Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) beberapa waktu lalu.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Konsumsi Daging Secara Global, Australia Paling Banyak

    Menurut Data Food and Agriculture Organization of the United Nation, rata-rata orang Australia mengkonsumsi 116 kg daging selama setahun.