Grab: Kami Super Apps Pertama dan Terbesar di Asia Tenggara

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Grab menggandeng HOOQ. TEMPO/Khory

    Grab menggandeng HOOQ. TEMPO/Khory

    TEMPO.CO, Jakarta - Platform transportasi online Grab kini memperluas sektor penggunaan aplikasi dengan menggandeng platform video HOOQ. Menurut Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata, Grab sekarang sudah disebut sebagai Super Apps.

    Baca: Grab Gandeng HOOQ Hadirkan Layanan Video on Demand

    "Grab disebut sebagai Super Apps sekarang, kami menjadikan lebih dekat apa yang menjadi kebutuhan pengguna kami. Jadi, sekarang kami menjadi Super Apps yang pertama dan terbesar di Asia Tenggara," ujar Ridzki dalam peluncuran kerja sama dengan HOOQ di Empirica, SCBD Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu, 13 Februari 2019.

    Grab mulai hari ini akan terintegrasi dengan HOOQ untuk menghadirkan layanan dan pengalaman menonton video streaming bagi penggunanya. Melalui aplikasi Grab, pengguna dapat menikmati konten HOOQ mulai dari film Indonesia, Asia dan Hollywood, serial orisinil baru, hingga 19 free-to-air TV.

    Menurut Ridzki, sebuah studi menyatakan bahwa terdapat 80 persen masyarakat Asia Tenggara menyatakan telah menonton video online setiap harinya. Oleh karena itu kerja sama dengan HOOQ bertujuan untuk memenuhi permintaan masyarakat yang banyak berlangganan video ondemand.

    "Seperti yang bisa kita lihat ada macam-macam service-nya, ada transportasi, food, delivery, pulsa dan sebagainya, dan terakhir ada video," tutur Ridzki. "Namun, juga yang lain, kita bisa mengetahui the best video streaming, sehingga di first screen-nya sudah terlihat, jadi tinggal kemana atau mau kemana bisa dipilih."

    Kerja sama tersebut diklaim akan memperluas basis pelanggan HOOQ secara signifikan, karena pengguna Grab dapat menelusuri, membayar dan memutar video langsung dari aplikasinya. Sebagai penawaran khusus, pengguna Grab dapat mengakses HOOQ selama 3 bulan, setelah melakukan pendaftaran.

    "Grab juga akan memperluas sektor, tahun ini akan ada sektor travel dan medical atau kesehatan," kata Ridzki.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RZWP3K, Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil

    Sebanyak 21 provinsi telah menerbitkan Peraturan Daerah Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil yang dianggap tak berpihak pada nelayan.