Sukabumi Dilanda Bencana 297 Kali pada Januari, Gempa 2 Kali

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berjalan di antara rumah yang terkena dampak bencana longsor di Kampung Garehong, Desa Sirnaresmi, Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat, Ahad, 5 Januari 2019. Tim SAR gabungan mencatat jumlah korban meninggal dunia 31 orang dan dua orang belum ditemukan. ANTARA/Nurul Ramadhan

    Warga berjalan di antara rumah yang terkena dampak bencana longsor di Kampung Garehong, Desa Sirnaresmi, Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat, Ahad, 5 Januari 2019. Tim SAR gabungan mencatat jumlah korban meninggal dunia 31 orang dan dua orang belum ditemukan. ANTARA/Nurul Ramadhan

    TEMPO.CO, Sukabumi - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mencatat sepanjang Januari 2019 daerah ini dilanda bencana sebanyak 297 kali yang terjadi di berbagai kecamatan.

    Baca: Ini Sederet Potensi Bencana Sepanjang Puncak Musim Hujan

    "Pada awal tahun bencana yang paling banyak terjadi adalah tanah longsor yang dikarenakan curah hujan tinggi ditambah 90 persen lebih kecamatan di Kabupaten Sukabumi rawan longsor," kata Koordinator Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna di Sukabumi, Rabu, 13 Februari 2019.

    Adapun rincian kejadian bencana tersebut untuk kebakaran tujuh kali, longsor 77 kali, banjir 16 kali, angin kencang 18 kali, gempa bumi dua kali, pergerakan tanah enam kali dan lain-lain sekali.

    Akibat bencana tersebut sebanyak 1.102 jiwa atau 95 kepala keluarga (KK) terdampak, 116 KK mengungsi, 396 rumah terdampak dengan rincian 76 rusak berat, 59 rusak sedang, 91 rusak ringan dan 170 terdampak.

    Untuk jumlah korban meninggal dunia sebanyak 32 orang dan satu hilang. Jumlah korban paling banyak terjadi saat bencana tanah longsor yang menimbun satu kampung di Kampung Garehong, Dusun Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok.

    Menurut Daeng, curah hujan yang tinggi sejak awal tahun hingga saat ini pada Februari pun sudah terjadi puluhan kejadian bencana, namun tidak ada korban jiwa. Sementara untuk jumlahnya masih dalam rekapitulasi.

    "Kabupaten Sukabumi memang termasuk daerah paling rawan atau masuk zona merah bencana, apalagi saat musim penghujan seperti ini bencana kerap terjadi di beberapa lokasi, namun seluruh laporan bencana sudah kami tangani," tambahnya.

    Daeng menjelaskan pihaknya pun sudah menyiagakan petugas penanggulangan bencana dan relawannya untuk meminimalisasikan dampaknya jika terjadi bencana. Selain itu, warga pun diimbau untuk waspada khususnya yang tinggal di daerah rawan seperti perbukitan, areal tebing, sungai dan lain-lain. Jika ada tanda-tanda akan terjadi bencana lebih baik mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarif Baru Ojek Online di Tiap Zonasi yang Berlaku 18 Juni 2019

    Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif baru ojek online berdasarkan pembagian zona. Kemehub mengefektifkan regulasi itu pada 18 Juni 2019.