BPBD Lebak: Gempa Magnitudo 5,2 Tidak Menimbulkan Kerusakan

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gempa M 5,2 mengguncang Lebak. Kredit: BMKG

    Gempa M 5,2 mengguncang Lebak. Kredit: BMKG

    TEMPO.CO, Lebak - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mengatakan gempa magnitudo 5,2 pada Kamis, 14 Februari 2019, pukul 06.41 WIB tidak menimbulkan kerusakan rumah maupun infrastuktur di daerah itu.

    Baca: Gempa Bermagnitudo 5,0 Guncang Pandeglang, Tak Berpotensi Tsunami

    "Kita menerima laporan gempa 5,2 SR itu relatif aman dan tidak ada warga yang mengalami luka-luka dan korban jiwa," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Kaprawi di Lebak, Kamis.

    Masyarakat pesisir pantai yang lokasinya berdekatan dengan pusat gempa, menjalani aktivitas sehari-hari relatif normal. Mereka melakukan kegiatan seperti biasa dan tidak terpengaruh guncangan gempa.

    Selain itu, mereka tidak panik menghadapi gempa berkekuatan 5,2 SR karena hal tersebut sudah menjadi hal yang biasa. Ia mengatakan pesisir selatan Kabupaten Lebak lokasi yang seringkali terjadi gempa.

    Sejauh ini, BPBD belum menerima laporan tentang kerusakan dari masyarakat, khususnya yang tinggal di pesisir selatan yang lokasinya berdekatan dengan pusat gempa tektonik itu.

    Kehidupan masyarakat di pesisir selatan, di antaranya Kecamatan Wanasalam, Pangarangan, Cihara, Bayah, dan Panggarangan seperti hari biasa atau normal.

    Gempa berkekuatan 5,2 SR dengan lokasi 7,07 LS, 105.75 BT, 79 kilometer barat daya Lebak-Banten pada kedalaman 21 kilometer. Gempa tersebut tidak menimbulkan tsunami. "Kami minta masyarakat tetap tenang dan tidak panik adanya gempa itu," katanya.

    Ia mengatakan getaran gempa itu relatif kecil dan tidak terasa sehingga tidak menimbulkan kerusakan rumah warga, infrastuktur, maupun korban jiwa.

    Namun, BPBD tetap meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan untuk mengurangi risiko kebencanaan. "Gempa itu tidak membawa malapetaka bagi warga Lebak," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menurut WHO, Kanker Membunuh 8 Juta Orang Selama 2018

    Menurut WHO, kanker menjadi pembunuh nomor wahid. Penyakit yang disebabkan faktor genetis dan gaya hidup buruk itu membunuh 8 juta orang selama 2018.