Gempa Magnitudo 7 Bisa Habiskan Energi Megatrust Mentawai

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peta potensi gempa besar (megathrust) Mentawai. dok. IAGI Sumbar

    Peta potensi gempa besar (megathrust) Mentawai. dok. IAGI Sumbar

    TEMPO.CO, Jakarta -  Gempa magnitudo 6 dan 7 bisa menghabiskan energi segmen megatrust Mentawai sehingga gempa besar magnitudo 8,8 yang tersimpan tidak jadi keluar secara bersamaan.

    Baca jugaHeboh Gempa Mentawai Akhir Februari, BMKG: Hoaks

    "Kita juga harus antisipasi skenario tersebut, karena kemungkinan terjadinya juga cukup besar," kata Deputi I Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB, Bernardus Wisnu Widjaja di Padang, Kamis, 14 Februari 2019.

    Menurutnya perbedaan kekuatan gempa magnitudo 6 dan 7 dengan magnitudo 8,8 sangat besar. Jika kekuatan magnitudo 6 dan 7 mengakibatkan kerusakan ringan dan sedang, magnitudo 8,8 bisa menyebabkan kerusakan berat bahkan tsunami.

    Ia menambahkan energi di segmen megatrust Mentawai awalnya mencapai magnitudo 9,3. Namun setelah cukup banyak gempa magnitudo 7 yang terjadi, energinya menyusut menjadi magnitudo 8,8.

    Bernardus mengemukakan ancaman yang telah nyata itu jangan dijadikan momok, tetapi harus dicarikan solusinya.

    "Kita tahu yang berbahaya itu bukan getaran gempanya, tetapi reruntuhan bangunan yang terjadi akibat getaran itu," katanya.

    Solusinya perkuat bangunan yang ada di Sumbar, atau jika anggaran tidak mencukupi, setidaknya buat meja yang kuat agar bisa digunakan untuk berlindung jika gempa itu datang.

    Pendapat itu didukung Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati. Ia menyebut energi magnitudo 8,8 itu setara dengan 32 kali gempa magnitudo 7.

    "Gempa magnitudo 6 juga mempengaruhi, tetapi tidak sebesar magnitudo 7," ujarnya.

    Sumbar adalah daerah yang memiliki kerawanan bencana tinggi hingga dijuluki swalayan bencana.

    Dari belasan jenis bencana yang ada, gempa megatrust dan tsunami adalah yang paling mendapatkan perhatian karena dikhawatirkan bisa mengakibatkan banyak korban jiwa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.