Awas, Ada Instruksi Bunuh Diri di Kartun Anak YouTube Kids

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo YouTube. (youtube.com)

    Logo YouTube. (youtube.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kiat untuk bunuh diri muncul di kartun anak-anak di YouTube dan aplikasi YouTube Kids, sebagaimana dilaporkan Ars Technica, 26 Februari 2019.

    Baca: Simak Serunya YouTube Kids, Aplikasi Video Ramah Anak

    Konten menyeramkan itu pertama kali ditandai oleh dokter di blog pengasuhan yang dikelola dokter anak, pedimom.com, dan kemudian dilaporkan oleh Washington Post.

    Seorang "ibu dokter" anonim awalnya melihat konten itu sambil menonton kartun dengan putranya di YouTube Kids sementara sang anak mimisan.

    Setelah 4 menit 45 detik, kartun itu terpotong menjadi klip seorang pria, yang menyerupai kepribadian Internet Joji (sebelumnya Filthy Frank). Dia berjalan ke layar dan mensimulasikan pemotongan pergelangan tangannya. Video kemudian dengan cepat membalik kembali ke kartun.

    "Saya terganggu, saya sedih, saya jijik," tulis dokter itu. “Tetapi saya juga lega bahwa saya ada di sana untuk melihat video ini dengan mata kepala sendiri, sehingga saya dapat mengambil tindakan yang sesuai untuk melindungi keluarga saya.” Tindakan itu termasuk menghapus aplikasi YouTube Kids dan selamanya melarangnya dari rumah.

    Video khusus itu kemudian diturunkan dari YouTube Kids setelah dokter itu melaporkannya ke YouTube. Namun, para orang tua sejak itu menemukan bahwa beberapa kartun lainnya berisi informasi tentang bagaimana melakukan bunuh diri, termasuk klip video yang disisipkan.

    Dalam posting blog berikutnya, dokter anak Free Hess, yang menjalankan pedimom, melaporkan kartun lain — kali ini di YouTube — dengan klip yang disisipkan pada video yang berjalan 4 menit 44 detik. Kartun itu juga kemudian diturunkan, tetapi Hess menangkap rekamannya sebelumnya, yang dapat Anda lihat di blog miliknya.

    Dalam pernyataan yang dikirim melalui email, juru bicara YouTube mengatakan kepada Ars: “Kami berupaya membuat video di YouTube Kids menjadi ramah keluarga dan menerima umpan balik dengan sangat serius. Kami menghargai orang yang melaporkan konten yang bermasalah untuk menjadi perhatian kami, dan memungkinkan siapa pun untuk menandai video. Video yang ditandai secara manual ditinjau setiap saat 24/7 dan semua video yang tidak termasuk dalam aplikasi dihapus.”

    “Kami juga telah berinvestasi dalam kontrol baru untuk orang tua termasuk kemampuan untuk memilih video dan saluran secara langsung di aplikasi. Kami terus melakukan perbaikan pada sistem kami dan menyadari bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan,” tambah YouTube.

    Meskipun YouTube telah menghapus saluran dan menghapus video, Hess menunjukkan bahwa masih mudah untuk menemukan sejumlah besar konten "mengerikan" yang ditujukan untuk anak-anak di YouTube Kids.

    ARSTECHNICA | CNN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.