Robot Sampaikan Ajaran Buddha di Kuil Tua Jepang

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Robot Android Kannon menyampaikan ajaran Buddha pertamanya di kuil Kodaiji pada hari Sabtu, 23 Februari 2019. Kredit: Japan Times

    Robot Android Kannon menyampaikan ajaran Buddha pertamanya di kuil Kodaiji pada hari Sabtu, 23 Februari 2019. Kredit: Japan Times

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah kuil Jepang kuno telah menyewa bantuan robot senilai 100 juta yen (Rp 12,6 miliar) untuk menyampaikan ajaran agama Buddha, sebagaimana dilaporkan Daily Mail, 25 Februari 2019.

    Baca: Kreator Robot Cilik: Ingin Bikin Robot untuk Bantu Orangtua

    Robot Android yang dijuluki Kannon itu didasarkan pada dewa rahmat Buddhis tradisional dan dirancang untuk menarik kaum muda.

    Dewa robo memberikan khotbah pertamanya di kuil Kodaiji Kyoto, yang dibuka pada tahun 1619, pada hari Sabtu lalu, 23 Februari 2019.

    Robot itu adalah hasil kolaborasi antara kuil zen dan Hiroshi Ishiguro, profesor robot cerdas di Universitas Osaka. Hanya kepala, leher, dan tangan Kannon yang ditutupi bahan mirip kulit yang terbuat dari silikon.

    Robot itu memiliki tinggi 1,95 meter dan berat 59 kilogram. Sebuah kamera video dipasang di mata kiri, yang memungkinkannya untuk fokus pada subyeknya dan memberikan tampilan membuat 'kontak mata'.

    Setiap khotbah yang telah diprogram berasal dari Sutra Hati dalam bahasa Jepang, dengan versi yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan Cina untuk turis.

    Para manajer di venue kuno itu mendekati Profesor Ishiguro dalam upaya untuk menarik pemuda Jepang.

    "Buddhisme menyebar secara fenomenal ke seluruh dunia dengan munculnya gambar-gambar Buddhis," Tensho Goto, seorang pendeta di kuil itu, mengatakan kepada surat kabar Asahi.

    "Kami berharap Android Kannon akan membantu ajaran Buddha menjangkau hati orang-orang saat ini. Kami ingin banyak orang datang dan melihat robot dan memikirkan esensi agama Buddha," tambahnya.

    DAILY MAIL | ASAHI SHIMBUN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.