TikTok Didenda Rp 80 Miliar, Melanggar Privasi Anak-Anak di AS

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tiktok

    Tiktok

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Perdagangan Federal AS mengatakan bahwa TikTok, yang dulu dikenal dengan Musical.ly, melanggar undang-undang privasi anak-anak dengan gagal mendapatkan izin orang tua sebelum mengumpulkan informasi pribadi anak-anak di bawah usia 13 tahun.

    Musical.ly, aplikasi yang digunakan untuk membuat video singkat, mengubah kebijakannya dan memblokir anak di bawah 13 tahun untuk menggunakan platform pada 2017. Namun, banyak anak umur 8 atau 9 tahun yang terus menggunakan aplikasi ini.

    Baca juga: Demam Tik Tok Sudah Merambah Amerika, Anda Sudah Punya?

    Regulator mengatakan menerima ribuan pengaduan dari orang tua.

    "Hanya karena mereka mengatakan itu dimaksudkan untuk usia di atas 13 tidak berarti itu benar," kata Andrew Smith, direktur Biro Perlindungan Konsumen FTC.

    Bytedance, perusahaan Cina yang memiliki TikTok, mengakuisisi Musical.ly pada 2017 dengan harga  800 juta dolar AS dan segera setelah itu kedua aplikasi tersebut digabung. TikTok telah diunduh lebih dari 200 juta kali di seluruh dunia dan 65 juta kali di AS.

    Dalam penyelesaian ini, TikTok meminta semua penggunanya di AS untuk memasukkan kembali usia mereka dan akan menghapus semua konten yang diunggah oleh anak di bawah 13 tahun.

    Pengguna yang lebih muda akan diarahkan ke hal-hal yang sesuai usia, yang tidak akan memungkinkan berbagi informasi pribadi dan akan memiliki batasan pada konten dan interaksi antar pengguna.

    Di Inggris, semua pengguna harus berusia lebih dari 13 tahun untuk memiliki akun dan menggunakan aplikasi.

    Akun secara otomatis memberikan status "public" pada postingan, yang berarti jutaan orang berpotensi dapat melihat video pendek yang diunggah.

    Pengguna baru diminta untuk memberikan alamat email, nomor telepon, nama pengguna, nama lengkap, biografi singkat dan gambar profil. Pengguna dapat berkomentar dan mengirim pesan langsung satu sama lain di aplikasi.

    Joe Simons, ketua FTC, mengatakan bahwa Bytedance tahu aplikasi ini masih banyak digunakan oleh anak-anak di bawah 13 tahun, tetapi mereka gagal untuk mendapatkan izin dari orang tua.

    Komisi mengatakan bahwa ada laporan mengenai orang dewasa yang mencoba menghubungi anak-anak melalui aplikasi Musical.ly. Pada Oktober 2016, aplikasi tersebut menyertakan fitur yang memungkinkan pengguna untuk menemukan pengguna lain dalam radius 50 mil dari lokasi mereka.

    Sebagai bagian dari penyelesaian, TikTok diwajibkan membayar denda 5,7 juta dolar AS atau sekitar Rp 80 Miliar dalam kasus privasi anak yang dibawa oleh FTC.

    Selain denda sekitar Rp 80 Miliar, penyelesaian FTC dengan Musical.ly juga termasuk perjanjian yang akan berdampak pada bagaimana aplikasi TikTok beroperasi ke depannya.

    “Kami sangat peduli tentang keamanan dan privasi pengguna kami,” kata TikTok. "Ini adalah komitmen, dan kami terus memperluas dan mengembangkan langkah-langkah perlindungan untuk mendukung kebijakan".

    NABILA HANUM | TELEGRAPH | TRCHCRUNCH 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Para Pencari Suaka Afganistan dan Data Sejak 2008

    Para pencari suaka Afganistan telantar di depan Kementerian BUMN di Jakarta pada Juli 2019. Sejak 2008, ada puluhan ribu pencari suaka di Indonesia.