UTBK 2019, Unpad Hanya Sanggup Sediakan 700-an Komputer

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Universitas Padjadjaran. TEMPO/Nita Dian

    Universitas Padjadjaran. TEMPO/Nita Dian

    TEMPO.CO, Bandung - Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2019 menuntut penyediaan komputer sebagai sarana peserta ujian masuk ke perguruan tinggi negeri.

    Universitas Padjadjaran sebagai satu dari 73 titik pusat UTBK se-Indonesia hanya mampu menyediakan separuhnya. "Kita dibebani 1500-an, komputer yang ada di Unpad 700-an unit," kata Ketua Panitia UTBK Unpad Arry Bainus, Sabtu, 2 Maret 2019.

    Baca: Resmi Dibuka, Ini Syarat Pendaftaran UTBK SBMPTN 2019
    Baca: Pendaftaran UTBK SBMPTN Dimulai, UI Terima 2.207 Mahasiswa Baru
    Baca: Tes UTBK SBMPTN 2019 Digelar dalam 10 Sesi, Dijamin Soal Tak Sama

    Untuk menambal kekurangan komputer itu, Unpad menggaet dua mitra. Pertama Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati dan SMA Krida Nusantara. Total kedua mitra itu menutupi kekurangan 800 unit komputer untuk UTBK Unpad.

    "Insya Allah memadai komputernya. karena hanya segitu yang kami punya," kata Arry yang juga Wakil Rektor Unpad Bidang Akademik dan Kemahasiswaan itu.

    UTBK di Unpad akan digelar di kampus Jatinangor, Sumedang, serta dua kampus dan sekolah mitranya. Pendaftar UTBK yang bertempat di Unpad dan kedua mitranya itu akan dibatasi sesuai kapasitas dan ketersediaan komputer. "Seat (kursi) terbatas kalau pendaftar sudah penuh akan diblok," ujarnya.

    Menurut Arry, tempat ujian tidak harus berdasarkan universitas pilihan tujuan. Peserta boleh dan disarankan untuk ujian di universitas yang terdekat atau di wilayahnya. Misalnya peserta UTBK tinggal di Depok dan memilih jurusan di Unpad, peserta bisa memilih lokasi ujian di Universitas Indonesia di Depok. "Jadi nggak usah maksain, tempat ujian bisa di mana saja karena UTBK ini netral," kata Arry.

    Sebelumnya diberitakan, panitia penyelenggara UTBK memerlukan 1,6 juta komputer se-Indonesia.
    “Yang kami layani 1,6 juta peserta, perhitungannya butuh 1,6 juta komputer, nggak mungkin sekali,” kata Budi Prasetyo Widyobroto, Ketua Pelaksana Eksekutif Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).

    Untuk mengatasi masalah itu, panitia menjadwalkan waktu tes peserta secara bergantian alias tidak serempak seperti pelaksanaan ujian tertulis SBMPTN selama ini. Dari laman resmi panitia, UTBK diselenggarakan tiap Sabtu dan Minggu sebanyak 10 kali.

    Setiap hari terdapat dua sesi tes, yaitu pagi dan siang sebanyak 20 sesi kecuali hari libur nasional. Pelaksanaan UTBK dijadwalkan mulai 13 April hingga 26 Mei 2019. Pengumuman hasil UTBK ditargetkan paling lambat 10 hari setelah pelaksanaan UTBK.

    Dengan cara ujian bergantian dan beberapa kali itu, jumlah komputer yang dibutuhkan bisa kurang jauh dari 1,6 juta unit. Menurut Budi, soal penyediaan komputer diserahkan ke masing-masing pusat UTBK yang berjumlah 73 perguruan tinggi negeri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.