Batu Bata Tua Ditemukan di Tol Malang, Peninggalan Majapahit?

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga melihat tumpukan batu bata yang menyerupai bangunan kuno di areal persawahan Desa Kedung Bocok, Tarik, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (7/2). Foto: Antara

    Seorang warga melihat tumpukan batu bata yang menyerupai bangunan kuno di areal persawahan Desa Kedung Bocok, Tarik, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (7/2). Foto: Antara

    TEMPO.CO, Malang - Sebuah struktur bangunan batu bata, yang diduga peninggalan Majapahit, ditemukan di proyek Jalan Tol Surabaya-Malang di Desa Sekarpuro, Kabupaten Malang.

    Ini Bukti Situs Tarik di Sidoarjo Cikal-Bakal Kerajaan Majapahit

    Struktur berupa tumpukan bata setinggi empat meter tersebut berada di sisi barat proyek jalan tol. Sebuah ekskavator, yang sedang mengeruk lapisan tanah, menemukan batu bata lebar dan tebal.

    Ukuran batu bata selebar 30 centimeter dan panjang 45-60 centimeter dengan ketebalan sekitar lima centimeter. Reruntuhan itu ditemukan sebulan lalu, dan telah dilaporkan ke Badan Peninggalan Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Jawa Timur. sampai saat ini belum terlihat usaha menyelamatkan benda cagar budaya tersebut.

    “Sudah sebulan lalu, sementara pengerukan dihentikan,” kata salah seorang pekerja yang enggan disebut namanya, Kamis 7 Maret 2019.

    Sejarawan dan arkeolog Universitas Negeri Malang, M. Dwi Cahyono, menduga temuan itu berasal dari masa Majapahit.

    Ia berharap BPCB Trowulan segera melakukan kajian dan penyelamatan, sebelum banyak situs rusak akibat pembangunan jalan tol. Diyakini di kawasan pembangunan tol, banyak peninggalan sejarah di antaranya dari masa Majapahit.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?