Facebook Habiskan Rp 140 Miliar untuk Amankan CEO Mark Zuckerberg

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendiri dan CEO Facebook, Mark Zuckerberg, pria asal Palo Alto, California, menepati urutan kelima orang terkaya di dunia 2018 versi Forbes dengan kisaran kekayaan 71 miliar Dollar AS. REUTERS

    Pendiri dan CEO Facebook, Mark Zuckerberg, pria asal Palo Alto, California, menepati urutan kelima orang terkaya di dunia 2018 versi Forbes dengan kisaran kekayaan 71 miliar Dollar AS. REUTERS

    TEMPO.CO, San Francisco - Saat Facebook berjuang menghadapi serangan balik dari berbagai masalah mulai dari privasi hingga disinformasi, banyak kecaman pedas telah ditujukan pada kepala raksasa media sosial itu, CEO Mark Zuckerberg.

    Baca: Facebook Dituding Bocorkan Nomor Telepon Pengguna
    Baca: 11 Aplikasi iPhone Ini Dituding Kirim Data Sensitif ke Facebook
    Baca: Facebook Akan Luncurkan Fitur Clear History Akhir Tahun Ini

    Ancaman keamanan terhadap Zuckerberg tampaknya menjadi perhatian utama bagi Facebook, karena perusahaan telah menyisihkan US$ 10 juta (Rp 140 miliar) setiap tahun untuk tim perlindungan eksekutif bos Facebook, Business Insider melaporkan, mengutip sumber yang mengetahui situasi tersebut, 8 Maret 2019.

    Anggaran itu tidak hanya membiayai tim keamanan yang terdiri dari lebih dari 70 orang, tetapi juga dilaporkan digunakan untuk terowongan pelarian dan ruang konferensi antipeluru, di antara hal-hal lainnya.

    Tim keamanan itu dipimpin oleh mantan agen Dinas Rahasia AS Jill Leavens Jones dan juga memberikan perlindungan untuk Chief Operating Officer Facebook Sheryl Sandberg.

    Sandberg dan Zuckerberg adalah satu-satunya eksekutif Facebook yang menerima perlindungan keamanan 24/7. Facebook telah meningkatkan personil keamanannya untuk dua eksekutif itu, terutama karena keduanya menerima banyak ancaman kematian per minggu.

    Sementara hal itu tetap menjadi rumor yang belum dikonfirmasi, banyak karyawan Facebook mengklaim Zuckerberg memiliki akses ke terowongan pelarian yang terletak di lantai ruang konferensi antipeluru yang terletak di sebelah meja kantornya.

    Terowongan itu dilaporkan mengarah ke garasi parkir di bawah markas Facebook Menlo Park, California, dan dirancang untuk membuat CEO keluar dengan cepat jika terjadi keadaan darurat, menurut Business Insider.

    Facebook menolak untuk mengkonfirmasi kepada Business Insider apakah ada terowongan itu atau tidak.

    Tidak ada yang diizinkan memarkir mobil mereka di ruang garasi di bawah meja Zuckerberg karena takut akan bom mobil dan risiko keselamatan lainnya, kata Business Insider.

    Dan apakah dia berada di dalam kantor atau tidak, Zuckerberg dibuntuti oleh sekelompok penjaga keamanan yang mengintimidasi. Zuckerberg memiliki tim keamanan bersenjata di luar rumahnya yang terjaga keamanannya di Bay Area California, dan semua dokternya diperiksa terlebih dahulu, menurut Business Insider.

    Para penjaga membantu melindungi Zuckerberg dan Sandberg dari penguntit. Pasangan ini juga memiliki nama keamanan 'lucu', kata Business Insider. Situs web itu memilih untuk tidak mempublikasikan nama karena alasan privasi.

    Petugas keamanan juga bertindak sebagai penyangga antara Zuckerberg dan karyawan yang marah. Pengawal duduk di depan ruang rapat perusahaan dan sering kali ada penjaga berpakaian preman di kerumunan, Business Insider melaporkan.

    Mereka juga menjaganya di dekat mejanya. "Jika Anda pernah dekat dengan kantornya, Anda akan melihat ada banyak orang kekar yang duduk di sana menatap layar," sebuah tulisan Quora berbunyi. "Mereka berpura-pura menjadi insinyur perangkat lunak tetapi semua orang tahu mereka adalah penjaga keamanan."

    Dewan Facebook menyetujui anggaran keamanan $ 10 juta pada bulan Juli, Business Insider mencatat. Itu terjadi ketika Zuckerberg dan Sandberg telah menghadapi tuntutan berulang kali dari advokat dan pakar privasi untuk mengundurkan diri dari peran mereka setelah berbagai skandal dalam beberapa tahun terakhir.

    DAILY MAIL | BUSINESS INSIDER | QUORA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.