Jika Situs Majapahit Penting, Jasa Marga Siap Geser Tol Malang

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Struktur batu bata yang ditemukan di area proyek jalan tol Malang di Desa Sekarpuro, Kabupaten Malang, Maret 2019. (Tempo/Eko Widianto)

    Struktur batu bata yang ditemukan di area proyek jalan tol Malang di Desa Sekarpuro, Kabupaten Malang, Maret 2019. (Tempo/Eko Widianto)

    TEMPO.CO, Malang -  PT Jasa Marga operator jalan tol Malang-Pandaan menghentikan sementara proyek pengerjaan jalan tol di kilometer 37 di Desa Sekarpuro, Kabupaten Malang. Di lokasi penemuan struktur dari batu bata, yang diduga situs peninggalan Majapahit, tak ada pengerjaan sama sekali.  

    "Pekerjaan di sini dihentikan sementara. Menunggu keputusan tim arkeolog," kata General Manager Teknik PT Jasa Marga tol Malang-Pandaan, M. Jajuli, Selasa 12 Maret 2019.

    Diduga Ada Peninggalan Majapahit di Tol Malang, BPCB Turunkan Tim

    Pengerjaan di kawasan sekitar temuan situs dilakukan secara hati-hati. Tak serampangan, karena khawatir merusak artefak yang kemungkinan masih tersimpan di dalam tanah.

    "Dikerjakan secara hati-hati. Kalau ada temuan yang mencurigakan dilaporkan kepada tim arkeolog," katanya.

    Sejak proyek jalan tol Malang-Pandaan dilaksanakan, pekerja proyek menemukan dua benda purbakala. Sebelumnya ditemukan batu gajah di Desa Banjararum, Singosari, Kabupaten Malang.

    Jika Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Jawa Timur menyatakan temuan itu penting bagi ilmu pengetahuan, maka jalan tol bakal digeser ke timur. Lokasi baru ini berdekatan dengan Sungai Amprong, sehingga harus dilakukan penguatan struktur.

    "Keputusan menunggu kajian BPCB," katanya. Jajuli mengaku tak tahu ada pekerja proyek jalan tol yang menemukan benda cagar budaya. Muncul kabar, empat bulan lalu sejumlah pekerja proyek menemukan peti berisi koin kuno.

    Kisah Petani di Balik Penemuan Situs Peninggalan Majapahit

    Koin kuno tersebut beraksara Cina. Mereka telah menjual benda cagar budaya kepada kolektor, sehingga banyak benda cagar budaya yang hilang tak berbekas.

    Selain itu, juga ada temuan bokor perunggu, pecahan keramik, tembikar dan perhiasan emas, yang juga diduga sisa peninggalan masa Majapahit. Tempo belum berhasil mengkonfirmasi kabar tersebut pada pekerja jalan tol yang diduga menemukan benda purbakala tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RZWP3K, Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil

    Sebanyak 21 provinsi telah menerbitkan Peraturan Daerah Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil yang dianggap tak berpihak pada nelayan.