Warga Desa Berburu Benda Purbakala di Proyek Tol Malang-Pandaan

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • M Arifin menunjukkan benda purbakala berupa uang kepeng, pecahan gerabah dan perhiasan emas, yang ditemukannya di lokasi proyek jalan tol Malang di Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Selasa, 12 Maret 2019. (Tempo/Eko Widianto)

    M Arifin menunjukkan benda purbakala berupa uang kepeng, pecahan gerabah dan perhiasan emas, yang ditemukannya di lokasi proyek jalan tol Malang di Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Selasa, 12 Maret 2019. (Tempo/Eko Widianto)

    TEMPO.CO, Malang - Sejumlah benda purbakala, yang ditemukan warga di proyek jalan tol Malang-Pandaan di Sekaran, Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, dijual oleh penemunya.

    Sejumlah orang, yang menemukan beragam artefak mulai pecahan guci keramik, gerabah, koin kuno, dan perhiasan emas, menjualnya ke kolektor benda antik.

    Situs di Jalan Tol Malang, Arkeolog: Diduga dari Pra Majapahit

    Namun, sebagian lainnya memilih menyimpan untuk koleksi pribadi seperti Mohamad Arifin, yang menemukan koin kuno dengan aksara Cina, pecahan keramik dan perhiasan emas. Ia siap menyerahkan jika dibutuhkan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur.

    "Jika diminta purbakala (BPCB) silahkan. Asal ada biaya penggantinya," kata Arifin. Perhiasan emas seberat 4,5 gram ditawar kolektor seharga Rp 4 juta, namun emas tersebut tak dilepas dan masih disimpannya.

    Arifin sejak empat bulan lalu berburu koin kuno di proyek jalan tol yang tak jauh dari rumahnya. Ia bahkan mulai pagi sampai malam mencari benda purbakala tersebut. "Awalnya pegawai proyek tol menemukan koin sebanyak satu peti," katanya.

    Setelah itu, ia dan tetangga sekitar berburu benda cagar budaya. Penemuan benda cagar budaya lebih dulu sebelum penemuan struktur bangunan batu bata.

    Kepala Desa Sulirnanto mengaku telah meminta warga tak menjual temuan benda cagar budaya. Agar benda bersejarah itu tak jatuh ke tangan orang yang tak bertanggung jawab.

    "Sudah saya ingatkan, agar warga menyimpan semua temuan," katanya.

    Indonesia Harus Kerja Keras Jaga Benda Purbakala

    Arkeolog dari BPCB Trowulan Jawa Timur Wicaksono Dwi Negoro meminta warga melaporkan semua temuan. Tak diperjualbelikan agar tak kehilangan bukti sejarah masa lampau.

    BPCB, katanya, akan membeli sesuai dengan harga di pasaran kolektor dan ditambah nilai sejarah serta kejujuran warga. Sehingga benda purbakala temuan warga diganti lebih tinggi dibandingkan dijual di pasar gelap.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.