NASA: Orang Pertama yang Mendarat di Mars Kemungkinan Wanita

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto kolase planet Mars terlihat saat terjadinya fenomena gerhana bulan total di langit Indramayu, Jawa Barat, Sabtu, 28 Juli 2018. Gerhana bulan total tahun ini merupakan fenomena langka karena terjadi selama 1 jam 43 menit, atau merupakan gerhana terlama yang terjadi pada abad ini. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

    Foto kolase planet Mars terlihat saat terjadinya fenomena gerhana bulan total di langit Indramayu, Jawa Barat, Sabtu, 28 Juli 2018. Gerhana bulan total tahun ini merupakan fenomena langka karena terjadi selama 1 jam 43 menit, atau merupakan gerhana terlama yang terjadi pada abad ini. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

    TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga penerbangan dan antariksa Amerika Serikat atau NASA menyatakan, bahwa kemungkinan manusia pertama yang mendarat di Planet Mars adalah wanita.

    "Benar bahwa orang pertama di Mars kemungkinan adalah seorang wanita," ujar Administrator NASA Jim Bridenstine, seperti dikutip laman khaleejtimes, Rabu, 13 Maret 2019.

    Ilmuwan Temukan Adanya Sistem Air Bawah Tanah Raksasa di Mars

    Bridenstine menyampaikan hal itu dalam sebuah acara bincang-bincang radio sains dan teknologi bernama 'Science Friday'. Dia tidak menjelaskan nama wanita yang akan menjadi orang pertama mendarat di Planet Merah itu, tapi Bridenstine mengatakan perempuan berada di garis depan dalam rencana NASA yang akan datang.

    "Jadi ini adalah hal yang luar biasa. Karena kami juga memiliki wahana antariksa khusus untuk semua wanita pertama yang akan terjadi bulan ini, pada akhir Maret nanti, yang tentu saja bisa disebut sebagai Bulan Wanita Nasional," kata Bridenstine. 

    NASA juga akan memiliki wahana antariksa perempuan pertama pada akhir bulan, ketika astronot Anne McClain dan Christina Koch akan melayang di angkasa. Perjalanan keluar angkasa akan berlangsung sekitar tujuh jam, menurut badan antariksa AS.

    Anne McClain dan Christina Koch adalah dua astronot NASA dalam Ekspedisi 59, yang akan mengoperasikan wahana antariksa saat di luar angkasa pada 29 Maret. Aktivitas itu diperkirakan akan berlangsung selama 7 jam.

    Dikutip dari laman HuffPost, Jackie Kagey akan menjadi pengendali penerbangan ruang angkasa utama. Dan dia akan bergabung dengan direktur penerbangan utama Mary Lawrence serta insinyur Kristen Facciol dari Johnson Space Center NASA di Houston, Texas.

    Baik McClain dan Koch adalah bagian dari kelas astronot pada 2013, yang setengahnya adalah wanita. Mereka datang dari kumpulan pelamar terbesar kedua yang pernah diterima NASA, lebih dari 6.100 pelamar. Kelas penerbangan terbaru juga diikuti 50 persen wanita.

    Misi Bulan Sukses, Cina Akan Jelajahi Mars Tahun Depan

    NASA telah berjalan jauh sejak 1978, ketika enam wanita pertama bergabung dengan korps astronot NASA. Saat ini, 34 persen dari astronot aktif NASA adalah perempuan. "NASA berkomitmen untuk memastikan bahwa kami memiliki bakat yang luas dan beragam, kami menantikan wanita pertama untuk mendarat di Bulan," kata Bridenstine.

    Simak kabar terbaru tentang perjalanan antariksa wanita ke Mars  hanya di kanal Tekno Tempo.co

    KHALEEJTIMES | FOXNEWS | HUFFPOST 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.