Gojek Sediakan Tombol Darurat, Apa Bedanya dengan Tombol SOS Grab

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengemudi ojek online menunggu penumpang di tempat pemberhentian khusus bagi ojek online di gedung Balai Kota, Jakarta, Senin, 30 Juli 2018. Area tersebut dicat hijau dengan panah berwarna kuning dan dilengkapi papan bertulisan

    Pengemudi ojek online menunggu penumpang di tempat pemberhentian khusus bagi ojek online di gedung Balai Kota, Jakarta, Senin, 30 Juli 2018. Area tersebut dicat hijau dengan panah berwarna kuning dan dilengkapi papan bertulisan "Drop Off Sepeda Motor". TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta -  Aplikasi layanan ride hailing Gojek menyediakan fitur keamanan baru berupa tombol darurat yang dapat diakses oleh pengguna untuk menjaga keamanan mereka selama perjalanan.

    "Tombol ini akan tersambung ke kontak hotline darurat kami," kata Kepala Transportasi Global Gojek, Radityo Wibowo, saat jumpa pers di Jakarta, Jumat, 15 Maret 2019.

    Gojek dan Grab Perang Tarif, Siapa Dirugikan?

    Tombol darurat atau emergency hotline akan disediakan di pojok kanan bawah aplikasi berupa ikon perisai.

    Pengguna yang mengakses tombol ini akan tersambung ke layanan Unit Darurat GOJEK, yang bekerja selama 24 jam dan tujuh hari seminggu, dan akan dimintai data-data terkait kasus yang dialami, antara lain nama konsumen, nama mitra pengemudi dan nomor pemesanan.

    Unit Darurat ini terdiri dari tim internal Gojek yang bekerja sama dengan kepolisian.

    Tim Gojek akan memverifikasi kondisi darurat tersebut dan mengirimkan bantuan langsung ke lokasi kejadian.

    Fitur tombol darurat ini akan dimulai untuk layanan mobil Go-car di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Secara bertahap, fitur ini akan tersebar ke wilayah lainnya, termasuk untuk layanan ojek Go-ride.

    Gojek juga memperkenalkan fitur baru selain tombol darurat untuk menjaga keamanan pengguna mereka, yaitu membagikan perjalanan atau share trip.

    Setelah mengklik ikon perisai, pengguna dapat membagikan perjalanan mereka bersama Gojek ke kontak yang dipilih dan perjalanan dapat dilacak secara realtime.

    Informasi yang dibagikan melalui fitur ini berupa lokasi penjemputan dan pengantaran, data lengkap mitra pengemudi (nama, plat kendaraan, nomor pemesanan), status perjalanan dan perkiraan waktu sampai di lokasi serta rute yang ditempuh.

    Fitur-fitur ini dapat diakses setelah memperbarui aplikasi Gojek .

    Gojek mengaku, fitur itu sudah disiapkan sejak lama, bukan setelah kasus pelecehan seksual yang menimpa mitra GO-Massage yang mencuat baru-baru ini.

    Aplikasi ride-hailing lainnya yang beroperasi di Indonesia, Grab, sudah menyediakan fitur tombol darurat bernama SOS sejak pertengahan 2018.

    Perbedaan dengan tombol darurat Go-jek, tombol SOS di Grab terhubung dengan tiga kontak milik keluarga atau teman yang dipilih sehingga secara otomatis akan tersambung ke nomor-nomor tersebut jika tombol ditekan.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.