PVMBG Turunkan Status Gunung Anak Krakatau Jadi Waspada

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gunung Anak Krakatau mengeluarkan asap di Selat Sunda, Senin, 20 April 2015. Kegiatan vulkanik Gunung Anak Krakatau sejak lahir pada 1930 hingga 2000, telah mengalami erupsi lebih dari 100 kali, baik secara eksplosif maupun efusif. Dari beberapa letusan tersebut, umumnya titik letusan selalu berpindah-pindah di sekitar tubuh kerucutnya. Dok.TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Gunung Anak Krakatau mengeluarkan asap di Selat Sunda, Senin, 20 April 2015. Kegiatan vulkanik Gunung Anak Krakatau sejak lahir pada 1930 hingga 2000, telah mengalami erupsi lebih dari 100 kali, baik secara eksplosif maupun efusif. Dari beberapa letusan tersebut, umumnya titik letusan selalu berpindah-pindah di sekitar tubuh kerucutnya. Dok.TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Tubuh Gunung Anak Krakatau pasca serangkaian letusan di akhir tahun lalu, menjadi lebih rendah. Tinggi gunung misalnya, sebelum erupsi 336 meter, tapi kini hanya 156,9 meter. “Pada saat tim ke sana kita sudah ukur degan water-pass tingginya 156,9 meter,” kata Kasbani.

    Kasbani mengatakan, tubuh gunung sendiri saat ini relatif landai setelah kehilangan ketinggiannya. “Erupsinya masih relatif kecil, dan tsunami yang mungkin disebabkan oleh gunung itu relatif kecil kemungkinannya,” kata dia.

    Kasbani mengatakan, tsunami yang terjadi di Selat Sunda pada akhir tahun lalu bukan hanya dipicu oleh erupsi Gunung Anak Krakatau. “Faktornya cukup banyak. Di situ juga ada gempa, ada longsor juga di tempat lain,” kata dia.

    PVMBG sebelumnya menaikkan status aktivitas Gunung Anak Krakatau pada 27 Desember 2018 pukul 05.00 WIB, dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga). Saat itu daerah bahaya dipatok dalam radius 5 kilometer. Hari ini PVMBG kembali menurunkan status aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali menjadi Waspada atau Level II. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.