Nazone Gaming, Tim e-Sport yang Berawal dari Kafe Angkringan

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Nazone Gaming bersama Bupati Cilacap,  Tatto Suwarto Pamuji. (instagram/nazonegamingteam)

    Tim Nazone Gaming bersama Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji. (instagram/nazonegamingteam)

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajer tim esport Nazone Gaming Pungky Tri Kurniawan menceritakan awal mula tim tersebut lahir berserta arti namanya. Nazone Gaming saat ini mewakili regional Solo untuk bertanding di grand final e-Sport Piala Presiden.

    "Awal mula sih cuma kayak nongkrong biasa sama teman-teman, di Cilacap, Jawa Tengah, di situ ada kayak kafe angkringan namanya itu Nangkring Zone yang disingkat menjadi Nazone," kata Pungky, di Gedung Krida Bhakti Setneg, Jakarta Pusat, Rabu, 27 Maret 2019.

    Industri Gaming di Indonesia Tumbuh 40 Persen

    "Di situ, berawal dari 5 orang, kami coba ikut turnamen dan selalu kalah, kita berlima ini punya mimpi, punya tim yang bisa go nasional," ujarnya.

    Dalam setiap pertandingan di tunamen-turnamen, Pungky melanjutkan, mereka memiliki pengalaman selalu bertemu dengan musuh yang hebat. Setelah itu, mereka membentuk tim-tim lain dengan merekrut gamers di Cilacap.

    Pungky selaku manajer, awalnya hanya memiliki target agar Nazone bisa menjadi penguasa di dunia game khususnya di Cilacap. "Alhamdulillah, kita terbentuk di akhir 2017, awal 2018, Februari dan Maret kita sudah berhasil menguasai Cilacap, jadi tim kita merajai Cilacap," kata Pungky.

    Tidak berhenti di situ, Nazone kemudian mulai melakukan ekspansi ke beberapa kota terdekat, seperti Purwokerto, Purbalingga, Kebumen, dan Purworejo.

    Di kota tersebut,  Nazone menemukan tim yang lebih hebat lagi. Akhirnya mulai membentuk lagi dan seiring berjalannya waktu di pertengahan hingga akhir 2018, Nazone sudah berhasil menjadi raja di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

    Nazone pernah mengikuti beberapa turnamen besar, yaitu Dunia Games League berhadiah Rp 1 miliar, dengan sistem zonasi, mulai dari kota, provinsi lalu skala nasional. Setelah itu, Nazone mengikuti turnamen besar lain seperti Lucky Strike, dan sekarang Piala Presiden.

    "Dunia Games League, di kota kami juara, di provinsi pun kami juara, akhirnya kami mewakili provinsi Jateng DIY untuk ikut di skala nasional melawan 13 tim dari provinsi lain se Indonesia," tutur Pungky.

    "Itu menggunakan sistem liga selama 6 minggu, disitu di luar ekspektasi kami Alhamdulillah kami bisa finis di ring five. Luar biasa, presurenya, euforianya, itu kompetisi nasional pertama yang pernah kita coba".

    Berita lain tentang game dan e-sport bisa anda ikuti di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.