Gunung Agung Meletus Kamis Dinihari, Kolom Abu 2 Km

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gunung Agung mengeluarkan asap dan abu vulkanik di Karangasem, Bali, Rabu 4 Juli 2018. Gunung Agung masih berstatus siaga atau level III. AP Photo/Firdia Lisnawati)

    Gunung Agung mengeluarkan asap dan abu vulkanik di Karangasem, Bali, Rabu 4 Juli 2018. Gunung Agung masih berstatus siaga atau level III. AP Photo/Firdia Lisnawati)

    TEMPO.CO, JakartaGunung Agung, Bali kembali meletus pada Kamis, 4 April 2019, pukul 01:31 Wita dengan tinggi kolom abu teramati mencapai sekitar 2.000 meter di atas puncaknya (5.142 meter di atas permukaan laut), kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali, Made Rentin.

    Minggu Pagi, Gunung Agung Bali Erupsi Dua Kali

    Ia menjelaskan kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi sekitar  3 menit 37 detik.

    Kejadian erupsi gunung tertinggi di Bali yang berada di Kabupaten Karangasem itu terdengar  gemuruhnya  di Pos Pemantauan Gunungapi di Rendang, Karangasem.

    Selain itu, Rentin menyebutkan, dari laporan petugas BPBD, di seputaran Pura Kiduling Kreteg terpapar hujan abu tipis.

    Namun petugas BPBD Kabupaten Karangasem saat ini masih melakukan pemantauan di seputaran Pura Besakih dan membagikan masker bagi masyarakat yang melakukan persembahyangan serangkaian "Ida Betara Turun Kabeh" di pura tersebut.

    Saat ini Gunung Agung berada pada Status Level III (Siaga) yang merekomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Agung beserta para pengunjung (wisatawan dan pendaki)  tidak berada atau melakukan aktivitas apapun di zona perkiraan bahaya yaitu di seluruh area di dalam radius 4 kilometer dari Kawah Puncak Gunung Agung.

     Zona perkiraan bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang terbaru, katanya.

    Rekomendasi berikutnya, masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan.

    Material erupsi yang masih berada di area puncak, bisa terbawa ke area landaan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung, katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Rencana Pendapatan dari Pajak 2019 BPRD DKI Jakarta

    Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI Jakarta menetapkan target pendapatan dari pajak sebesar Rp 44,18 triliun pada 2019. Berikut rincian target BPRD.