Kisah Planet Mati, Bisa Jadi Gambaran Kiamat Bumi?

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi planet mati, yang digambarkan oleh seorang seniman. (UNIVERSITY OF WARWICK/MARK GARLICK)

    Kondisi planet mati, yang digambarkan oleh seorang seniman. (UNIVERSITY OF WARWICK/MARK GARLICK)

    TEMPO.CO, Jakarta - Baru-baru ini, ketika meneropong jauh ke luar angkasa, para astronom melihat sebuah fragmen mengorbit dari planet mati yang hancur. Temuan itu bisa menjadi pratinjau nasib akhir Bumi saat hari kiamat nanti, demikian dikutip dari laman usatoday, Jumat, 5 April 2019.

    Dalam sebuah studi baru yang dirilis Kamis, para ilmuwan mengatakan mereka telah menemukan salah satu fragmen planet kecil pertama di orbit di sekitar bintang kerdil putih yang mati. Sebuah temuan yang menyoroti tahun-tahun akhir sistem planet.

    5 Bencana dari Luar Angkasa yang Bisa Buat Bumi Kiamat

    Menurut space.com, potongan planet yang baru ditemukan itu kemungkinan merupakan bagian dari dunia yang hancur selama pergolakan kematian bintang tersebut. Potongan itu bahkan mungkin merupakan bagian dari inti planet yang hancur.

    Penelitian itu menyatakan bahwa setiap bagian dari planet, sekecil apapun, dapat bertahan begitu dekat dengan gravitasi yang sangat kuat.

    Laman livescience menjelaskan bahwa potongan yang mengorbit di sekitar bintang kerdil putih setiap dua jam, harus padat dan diameternya tidak lebih dari 250 mil untuk menghindari terkoyak oleh gaya gravitasi bintang. Termasuk bintang mati dan planet berada di dalam galaksi Bima Sakti sendiri, sekitar 410 tahun perjalanan cahaya dari Bumi.

    Nasib bintang dan planetnya memberikan gambaran serius tentang masa depan Tata Surya, seperti dikutip science magazine. Diperkirakan bahwa ketika matahari membengkak menjadi raksasa merah, Matahari akan menghancurkan Merkurius, Venus, dan Bumi.

    Planet-planet kemudian akan menyusut menjadi planet kerdil putih mati, mirip dengan yang baru ditemukan itu. Bukan pemikiran yang bagus, tapi para peneliti memiliki sekitar 6 miliar tahun untuk merenungkan nasib Bumi dan Kiamat

    USATODAY | SPACE.COM | LIVESCIENCE | SCIENCE MAGAZINE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?