Senin Pagi Ini, Gunung Merapi Luncurkan Lava Pijar ke Kali Gendol

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mempersiapkan sesajian saat Tradisi Rejeb Merapi di Setabelan, Tlogolele, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa, 26 Maret 2019. Tradisi Rejeb Merapi yang dilakukan oleh warga lereng Gunung Merapi tersebut sebagai wujud syukur telah diberi kesehatan, keselamatan dan memohon perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa. ANTARA

    Warga mempersiapkan sesajian saat Tradisi Rejeb Merapi di Setabelan, Tlogolele, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa, 26 Maret 2019. Tradisi Rejeb Merapi yang dilakukan oleh warga lereng Gunung Merapi tersebut sebagai wujud syukur telah diberi kesehatan, keselamatan dan memohon perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah meluncurkan dua kali guguran lava pijar ke arah Kali Gendol pada Senin, 8 April 2019.

    Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, melalui keterangan resminya, menyatakan, guguran lava yang terpantau melalui CCTV pukul 00:00-00:06 WIB, memiliki jarak luncur 400-500 meter.

    Selain guguran lava, menurut dia, pada periode itu BPPTKG juga mencatat 10 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-23 mm selama 27-89 detik, dan dua kali gempa fase banyak dengan amplitudo 3-7 mm selama 9,4-13,5 detik.

    Hasil pengamatan visual menunjukkan asap kawah Merapi teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 20 meter di atas puncak kawah.

    Angin di gunung itu bertiup lemah ke arah timur laut. Suhu udaranya 17-21 derajat celsius dan kelembapan udaranya 56-90 persen dan tekanan udara 568-708 mmHg.

    Hingga saat ini BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II atau Waspada dan untuk sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

    BPPTKG mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi.
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?