Pawang Gajah Temukan Habitat Baru Rafflesia di Seblat

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bunga raksasa Rafflesia arnoldii mekar sempurna dengan kelopak berjumlah tujuh di habitat Rafflesia Padang Guci, Kaur, Bengkulu, 17 Januari 2018. Kemunculan bunga dengan kelopak sebanyak tujuh lembar tersebut merupakan momen langka. ANTARA/David Muharmansyah

    Bunga raksasa Rafflesia arnoldii mekar sempurna dengan kelopak berjumlah tujuh di habitat Rafflesia Padang Guci, Kaur, Bengkulu, 17 Januari 2018. Kemunculan bunga dengan kelopak sebanyak tujuh lembar tersebut merupakan momen langka. ANTARA/David Muharmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta -  Polisi hutan dan pawang gajah di Pusat Latihan Gajah Taman Wisata Alam (TWA) Seblat, Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu menemukan habitat baru bunga langka dilindungi Rafflesia sp di wilayah konservasi itu.

    Warga Menemukan Habitat Baru Rafflesia arnoldii di Bengkulu

    “Para mahout atau pawang gajah yang sedang patroli menemukan titik habitat baru yang selama ini belum pernah diketahui sebagai habitat bunga langka Rafflesia sp,” kata Koordinator Pusat Latihan Gajah (PLG) Seblat, Damin di Bengkulu, Senin, 8 April 2019.

    Ia mengatakan dari bentuk fisik, bunga langka tersebut terlihat berbeda dengan spesies Rafflesia arnoldii terutama dari sisi warna dan ukuran bunga.

    Bunga Rafflesia arnoldii menurut dia memiliki warna merah jingga dengan ukuran yang lebih besar bahkan mencapai diameter 90 centimeter, sedangkan bunga Rafflesia sp yang ada di TWA Seblat tersebut memiliki warna merah pucat dengan diameter lebih kecil hanya 43,6 centimeter.

    “Perlu penelitian khusus untuk memastikan apakah jenis yang kami temukan ini berbeda dengan Rafflesia arnoldii atau dengan jenis lain seperti Rafflesia bengkuluensis dan Rafflesia kemumu,” ujarnya.

    Lokasi bunga menurut dia cukup mudah dijangkau dengan berjalan kaki sejauh 3,6 kilometer dari camp gajah yang berada di dalam TWA Seblat.

    Menurut Damin, penemuan habitat bunga langka dilindungi ini menjadi sangat penting untuk menambah kekayaan flora dan fauna yang ditawarkan kepada wisatawan penggemar alam bebas.

    “Selain melihat dan berinteraksi langsung dengan gajah Sumatera, di wilayah ini juga bisa dinikmati habitat bunga langka Rafflesia sp,” ucapnya.

    Selain satu bunga yang sedang mekar sempurna, di lokasi itu juga masih terdapat sejumlah bonggol atau calon bunga yang siap mekar dalam beberapa hari ke depan.

    Berdasarkan data Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu saat ini terdapat empat spesies Rafflesia sp yang tumbuh di kawasan hutan Bengkulu yakni Rafflesia arnoldii, Rafflesia bengkuluensis, Rafflesia gadutensis dan Rafflesia kemumu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?