Kawalpemilu.org dan Netgrit Pakai Media Sosial untuk Kawal Pemilu

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Simulasi Pemilu 2019 dengan tema

    Simulasi Pemilu 2019 dengan tema "Perempuan Memilih" diselenggarakan di Gelanggang Remaja Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sabtu, 6 April 2019. Tempo/IRSYAN Hasyim

    TEMPO.CO, Jakarta - Platform terbuka Kawalpemilu.org menggandeng Network for Democracy and Electoral Integrity (Netgrit) meluncurkan gerakan yang dinamai Kawal Pemilu Jaga Suara 2019 (KPJS 2019). Menariknya pengawalan pemilu dilakukan dengan memanfaatkan media sosial seperti Facebook dan Twitter.

    Baca: H-10 Pencoblosan Pemilu, KPU Bekasi Kurang 22 Ribu Surat Suara

    "Kawal Pemilu Jaga Suara 2019 ini adalah kolaborasi tim KawalPemilu 2014 dengan Netgrit," ujar Founder Kawalpemilu.org Ainun Najib, melalui pesan singkat, Senin, 8 April 2019. "Beliau-beliaulah yang di Netgrit yang mendorong kami untuk turun gunung lagi."

    Netgrit didirikan oleh tiga orang mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) yakni Hadar Nafis Gumay, Ferry Kurnia Rizkiyansyah dan Ferry Kurnia Rizkiyansyah. Lembaga tersebut didedikasikan untuk mendorong pelembagaan penyelenggaraan pemilu yang jujur, adil dan berintegritas.

    Kawalpemilu.org dan Netgrit mengajak masyarakat untuk menjadi relawan atau menggerakkan mereka untuk bersama mengawal pemilu 2019. Bagi yang ingin mendaftar menjadi relawan cukup mengakses laman upload.kawalpemilu.org untuk mendaftarkan diri dengan menggunakan akun Fecebook atau Twitter pribadi.

    Pada saat hari pelaksanaan pemilu yang jatuh pada 17 April 2019, terdapat 809.500 TPS tersebar di seluruh wilayah Indonesia yang harus dipantau. Tugas relawan adalah memantau perhitungan suara di tiap TPS.

    "Dari sisi keresmian, Netgrit yang menyediakan, misalnya terakreditasi oleh Bawaslu sebagai pemantau pemilu, juga krusial dalam perekrutan relawan," kata Ainun. "Untuk relawan siapapun boleh ikut, tidak ada kriteria.

    Relawan cukup memotret C1 plano dengan smartphone, terdapat dua lembar C1 plano Pilpres, 18 lembar C1 leg DPR, atau memfoto salinannya di Kantor Lurah di hari berikutnya. Setelah pemotretan selesai, relawan harus mengunggah foto beserta data-nya ke laman upload.kawalpemilu.org.

    C1 plano diunduh sebagai bukti data yang paling otentik, karena dihitung di depan publik dan banyak indikator keasliannya. Hasil jepretan relawan akan divalidasi dan di-input oleh tim IT yang nanti bisa diperiksa hasilnya melalui laman kawalpemilu.org.

    Simak atrikel lainnya tentang Pemilu di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.