Huawei Mau Jual Chipset 5G ke Apple, Ini Syaratnya

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Head Huawei consumer business group, Richard Yu saat memperkenalkan Balong 5000, Chipset Huawei untuk Smartphone 5G di Beijing, Cina, 24 Januari 2019. REUTERS/Thomas Peter

    Head Huawei consumer business group, Richard Yu saat memperkenalkan Balong 5000, Chipset Huawei untuk Smartphone 5G di Beijing, Cina, 24 Januari 2019. REUTERS/Thomas Peter

    TEMPO.CO, Jakarta - Raksasa teknologi asal Cina Huawei sepertinya tertarik menjual chipset 5G ke Apple. Kerja sama tersebut akan masuk akal jika tidak ada kontroversi global yang berlanjut mengenai keamanan hardware 5G milik Huawei, demikian dilansir laman Venturebeat, Senin, 8 April 2019.

    Baca: Huawei Resmikan Toko Pertama di Indonesia 12 April, Ada Promo

    Laporan dari Engadget menjelaskan bahwa akan ada kemungkinan munculnya kesepakatan antara Huawei dan Apple. Huawei mengklaim terbuka untuk menjual modem Balong 5000 ke Apple, karena perusahaan berkantor pusat di Cupertino itu masih berjuang untuk beralih dari standar seluler 4G yang lebih lama ke chip 5G yang baru.

    Informasi terbaru menunjukkan bahwa Apple terus menunggu mitra lama Intel untuk menawarkan modem 5G yang cocok untuk iPhone, tapi mungkin menunggu lebih lama dari 2020. Apple tampaknya memilih untuk tidak menggunakan chip 5G dari Qualcomm, Samsung, atau MediaTek, dan hanya menyisakan Huawei sebagai opsi.

    Bermitranya Huawei dan Apple menjadi sesuatu hal yang tidak mungkin. Perusahaan asal Negeri Tirai Bambu telah berada di bawah investigasi Amerika selama bertahun-tahun, dan menghabiskan selama 2018 untuk melawan tuduhan bahwa produk 5G tidak aman, dan bertindak sebagai mata-mata pemerintah Cina.

    Kesepakatan apa pun untuk mendapatkan suku cadang Huawei akan membuat Apple memiliki pertanyaan serius dan berpotensi persisten mengenai keamanan produknya, terlepas dari jaminan teknis apa pun yang mungkin ditawarkannya.

    Namun, Huawei adalah kontributor utama pengembangan standar 3GPP internasional untuk 5G, dan sangat terlibat dalam rekayasa perangkat keras 5G awal. Tahun ini, tak lama setelah mengungkapkan chip Balong 5000 yang lebih baru pada Januari, Huawei mengumumkan Mate X yang dapat dilipat sebagai smartphone 5G pertamanya.

    Seperti Snapdragon X55 dari Qualcomm, Balong 5000 adalah solusi chip tunggal yang terhubung ke jaringan 2G, 3G, 4G, dan 5G. Chip tersebut menjanjikan kecepatan puncak 6,5 Gbps pada gelombang milimeter dan 4,6 Gbps pada frekuensi sub-6GHz, menjadikannya pesaing serius - jika berada di dalam perangkat yang tepat.

    Huawei dan Apple belum berbicara mengenai kemungkinan kesepakatan, tapi ada kemungkinan Huawei mencari calon pelanggan untuk komponen-komponennya. Ini bisa menjadi peluang di antara pembuat chip 5G premium Qualcomm dan pesaing MediaTek yang jauh lebih kecil.

    Simak kabar terbaru tentang Huawei dan Apple hanya di kanal Tekno Tempo.co

    VENTUREBEAT | ENGADGET


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.