Xiaomi Indonesia Capai Produksi 10 Juta Smartphone Secara Lokal

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung melihat ponsel terbaru Xiaomi Mi 9 yang dipamerkan dalam acara Mobile World Congress di Barcelona, 24 Februari 2019. REUTERS/Rafael Marchante

    Pengunjung melihat ponsel terbaru Xiaomi Mi 9 yang dipamerkan dalam acara Mobile World Congress di Barcelona, 24 Februari 2019. REUTERS/Rafael Marchante

    TEMPO.CO, Jakarta - Produsen smartphone Xiaomi mengumumkan capaiannya yang mengklaim telah memproduksi 10 juta smartphone secara lokal di Indonesia sejak resmi mematuhi TKDN pada Februari 2017. Xiaomi Indonesia memproduksi smartphone di PT Sat Nusapersada, Batam, yang mempekerjakan lebih dari 1.000 karyawan lokal.

    Baca: Gandeng LINE, Xiaomi Mi 9 SE Luncurkan Edisi Brown Bear 9 April
    Baca: Dirilis April, Bocoran Xiaomi Mi 9X Pakai Fingerprint di Layar
    Baca: Sindir Huawei P30 Gunakan Chipset Lama, Xiaomi Unggah Meme Ini

    "Kami sangat senang melihat perangkat Xiaomi terus menerima tanggapan positif dari konsumen Indonesia, terlebih karena Indonesia merupakan salah satu pasar penting kami secara global," ujar Head of Southeast Asia and Country Head Xiaomi Indonesia Steven Shi, Selasa, 9 April 2019.

    Menurut data International Data Corporation (IDC) Xiaomi memantapkan dirinya sebagai produsen smartphone terbesar kedua di Indonesia per kuartal I hingga kuartal III 2018. Xiaomi Indonesia pertama kali memproduksi smartphone secara lokal berawal dari seri Redmi 4A.

    Pencapaian tersebut mencerminkan upaya berkelanjutan Xiaomi untuk menjadi produsen smartphone  yang digemari di Indonesia. Hal itu, kata Steven Shi, tidak dapat dipisahkan dari dukungan dari para Mi Fans, karyawan, mitra, dan konsumen Xiaomi di Indonesia.

    "Ke depannya, Xiaomi akan terus menawarkan produk yang luar biasa dengan harga yang sebenarnya. Untuk menyajikan pilihan produk yang lebih beragam dengan teknologi yang inovatif kepada konsumen Indonesia," kata Steven Shi.

    Sejalan dengan misi Xiaomi mempercepat ekspansi pasar, perusahaan asal Cina itu berambisi untuk mengembangkan bisnis dengan tidak hanya berfokus pada teknologi dan inovasi. Namun, juga memastikan kesejahteraan karyawan dan mengembangkan kinerjanya melalui beberapa program akselerasi, seperti pelatihan bahasa, komputer, dan keterampilan non-teknis (soft skill).

    Inisiatif itu, Steven Shi berujar, meningkatkan daya saing karyawan Xiaomi yang tidak hanya berkontribusi pada penemuan inovasi baru yang bermanfaat bagi konsumen, tetapi juga akan meningkatkan pengembangan daya saing masyarakat secara umum.

    "Kami percaya bahwa semua orang berhak merasakan teknologi dan inovasi yang mendukung kebutuhan sehari-hari mereka," tutur Steven Shi. "Baik kebutuhan pribadi maupun profesional, dengan harga yang terjangkau."

    Pencapaian sepuluh juta produksi lokal itu, Steven Shi melanjutkan, membuktikan bahwa Xiaomi berkembang semakin kuat di pasar Indonesia. Bahkan pertumbuhan Komunitas Mi Fans di Indonesia telah mencapai lebih dari 1 juta anggota hanya dalam jangka waktu satu tahun. 

    Pada 2019, dengan visi untuk terus menjadi produsen smartphone andalan, Xiaomi berkomitmen untuk terus mengembangkan bisnisnya bersama dengan para mitra strategis. "Saat ini, Xiaomi telah memiliki lebih dari 40 Authorized Mi Store di seluruh Indonesia, memiliki platform Mi.com," ujar Steven Shi.

    Xiaomi juga bermitra dengan Lazada, Blibli, Shopee, JD.ID, dan Akulaku untuk menghadirkan kanal penjualan resmi secara online untuk menjangkau distribusi produk yang merata.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Ini Tanda-Tanda Anda Terjangkit Cacar Monyet

    Cacar monyet atau monkey pox merupakan penyakit yang berasal dari sisi Barat Afrika. Penyakit ini menular melalui monyet, tikus Gambia, dan tupai.