Pembaruan WhatsApp: Perbaiki Tampilan Pengiriman Pesan Suara

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Whatsapp. REUTERS

    Whatsapp. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam pembaruan beta baru-baru ini, WhatsApp telah merombak total tampilan antar muka pesan audio. Perubahannya sangat mengesankan, selain desain yang diperbarui, antar muka secara fungsional lebih baik, demikian dikutip dari laman androidpolice, Selasa, 9 April 2019.

    WhatsApp Bisa Pakai Nomor Telepon Rumah, Begini Caranya

    File audio yang tersedia secara lokal muncul dengan durasi dan ukurannya. Sebuah bulatan di sebelah kiri, begitu Anda klik, akan memutar isi audio selama beberapa detik. Ini memungkinkan pengguna dengan cepat melihat pratinjau audio sebelum mengirimnya, sehingga tidak membagikan sesuatu yang tidak kita kehendaki.

    Whatsapp memperbarui fotur pengiriman audio

    Pengguna dapat mengetuk dan menahan untuk memilih beberapa file audio dan mengirimkannya dalam satu batch. Pengguna juga dapat mencari file dengan nama. Desain yang diperbarui dengan WhatsApp beta v2.19.89 itu belum dirilis secara resmi.

    WhatsApp Akan Hadirkan Fitur Blokir Pesan yang Diteruskan

    Pengguna dapat mengunduh WhatsApp versi 2.19.99 terbaru dari Play Store atau APK Mirror. Satu lagi perubahan terkait dengan lampiran perubahan, di WhatsApp Web, panel Media untuk setiap percakapan menunjukkan gambar mini beberapa jenis file di tab Documents, seperti di dalam percakapan itu sendiri.

    Munurut laman androidput, jika pengguna melihat pada bagian dokumen yang dikirim dan diterima ke / dari kontak pengguna di WhatsApp Web. Pengguna akan melihat thumbnail untuk beberapa jenis file, termasuk file teks, PDF, atau presentasi.

    Simak kabar terbaru tentang aplikasi WhatsApp hanya di kanal Tekno Tekno

    ANDROIDPOLICE | ANDROID PUT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.