Kumpul Gaet Algoritma untuk Tingkatkan Keterampilan Data Science

Reporter

Editor

Erwin Prima

Kumpul Gaet Algoritma untuk Tingkatkan Keterampilan Data Science. Erwin/Tempo

TEMPO.CO, Jakarta - Algoritma bekerja sama dengan Kumpul, wadah edukasi dalam bentuk community based on coworking space di Indonesia, untuk memberdayakan lebih banyak talenta muda agar dapat memiliki keterampilan baru di bidang data science.

Baca: Facebook: Pemasar Tradisional Masih Bingung dengan Data Digital

Kolaborasi ini tidak hanya memberikan tempat untuk belajar, tapi juga mempersiapkan diri berkarir di dunia data science. Adanya pelatihan technical skill dan soft skill diharapkan mampu memberikan kepercayaan diri bagi talenta muda Indonesia.

Selain itu program-program yang akan diluncurkan juga didukung oleh Kumpul Hub di 10 kota di Indonesia sehingga meningkatkan kualitas dan kuantitas programmers.

“Kumpul punya misi untuk menjadi platform (wadah) dan kanal pertumbuhan entrepreneurs dan startup, dengan menjalankan dan mengkurasi program-program kelas dunia yang dapat mengakselerasi kualitas talent dan startup di Indonesia. Sedangkan Algoritma adalah mitra strategis Kumpul untuk meningkatkan kualitas teknis dan keahlian coding para talent digital,” ujar Co-Founder Kumpul Faye Alund dalam peluncuran kolaborasi di Jakarta, Rabu, 10 April 2019.

Nayoko, CEO Algoritma, mengatakan pihaknya memiliki visi yang sama, yaitu ingin mewadahi talenta-talenta muda yang mau terus belajar dan berkembang di dunia data science.

“Saya percaya Kumpul selalu berinovasi dan berusaha agar komunitasnya selalu berkembang dan up-to-date dengan teknologi terbaru. Motivasi ini juga yang membuat kami akhirnya bekerja sama menciptakan ekosistem data science dengan memberikan fasilitas dan akses informasi melalui pelatihan yang akan kami buat bersama.” Jelas

Chief Innovation Officer for Future Strategic Group Tony Liu mengatakan saat ini banyak tersedia orang-orang yang berbakat di bidang data science, namun mereka tidak cukup cepat mengimbangi perkembangan big data saat ini. “Oleh karena itu kita kekurangan orang-orang yang cakap di bidang ini,” ujarnya.

Perkembangan industri tidak lepas dari meningkatnya pemanfaatan teknologi dan data. Menurut Lembaga Riset Telematika pada Januari 2019 lalu, penggunaan teknologi dan digital saat ini mendorong jumlah data terus meningkat. Diprediksi tahun 2020 data akan mencapai 35 triliun Gigabyte (GB).

Hal ini mempengaruhi pengolahan data pada sebuah perusahaan sehingga terjadi peningkatan permintaan data scientist. Namun permintaan dan ketertarikan masyarakat di bidang ini memiliki selisih yang besar.






4 Juta Data WhatsApp Pengguna Indonesia Dijual, Pengamat: Valid

17 jam lalu

4 Juta Data WhatsApp Pengguna Indonesia Dijual, Pengamat: Valid

Akun AllDataSource melakukan penawaran penjualan data yang diklaim berisi 487 juta nomor ponsel pengguna WhatsApp.


Pekerjaan Terseksi Abad 21, Kampus Mana Buka Prodi Data Science di Indonesia?

9 hari lalu

Pekerjaan Terseksi Abad 21, Kampus Mana Buka Prodi Data Science di Indonesia?

Ahli data science dinobatkan sebagai pekerjaan terseksi abad 21 oleh Harvard Business Review. Kampus mana yang membuka jurusan tersebut di Indonesia?


Bjorka Ambil 3,2 Miliar Data PeduliLindungi, Pengamat: Ini Pertanyaan Besar

12 hari lalu

Bjorka Ambil 3,2 Miliar Data PeduliLindungi, Pengamat: Ini Pertanyaan Besar

Seminggu sebelumnya, Bjorka mengaku berhasil mengambil data MyPertamina.


Mengenal Data Science, Ini Lapangan Kerjanya

13 hari lalu

Mengenal Data Science, Ini Lapangan Kerjanya

Data scientist dinobatkan menjadi pekerjaan terseksi abad ini. Apa saja lapangan pekerjaan di bidang data science?


Booming Istilah Big Data, Simak 5 Aplikasi Pengolah Data yang Mudah Digunakan

16 hari lalu

Booming Istilah Big Data, Simak 5 Aplikasi Pengolah Data yang Mudah Digunakan

Data menjadi hal yang semakin menarik dikaji dari waktu ke waktu. Dalam mengolah data, berikut 5 aplikasi yang dapat anda gunakan.


Bocorkan Data Pasien Aborsi dan HIV, Hacker Tuntut Rp100,8 M ke Asuransi Australia

18 hari lalu

Bocorkan Data Pasien Aborsi dan HIV, Hacker Tuntut Rp100,8 M ke Asuransi Australia

Seorang hacker telah menuntut hampir Aus$10 juta atau sekitar Rp100,8 miliar untuk berhenti membocorkan catatan medis warga Australia


Terpecah di Antara Dua Data Sensus Penduduk

31 hari lalu

Terpecah di Antara Dua Data Sensus Penduduk

Kementerian dan lembaga berbeda sikap soal program sensus penduduk Registrasi Sosial Ekonomi. Bagaimana nasib satu data?


Tumpang-Tindih Basis Data BPS dan BKKBN

32 hari lalu

Tumpang-Tindih Basis Data BPS dan BKKBN

Dua lembaga melakukan sensus kependudukan. BPS menjalankan program Registrasi Sosial Ekonomi, sedangkan BKKBN memutakhirkan pendataan keluarga.


Moeldoko: Data Center MettaDC, Investornya Indonesia dan Dibuat Anak Bangsa

33 hari lalu

Moeldoko: Data Center MettaDC, Investornya Indonesia dan Dibuat Anak Bangsa

PT MettaDC Teknologi (MettaDC) meluncurkan data center MettaDC ID01 yang terletak di Area Jababeka Kawasan Industri, Jawa Barat.


Data Center MettaDC di Kawasan Industri Jababeka Dibangun, Kapasitas Enterprise dan Hyperscaler

33 hari lalu

Data Center MettaDC di Kawasan Industri Jababeka Dibangun, Kapasitas Enterprise dan Hyperscaler

PT MettaDC Teknologi (MettaDC) meluncurkan data center MettaDC ID01 yang terletak di Area Jababeka Kawasan Industri, Jawa Barat.