Skenario Panitia UTBK SBMPTN 2019 Jika Listrik Padam

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi UTBK (ujian tulis berbasis komputer). TEMPO/Tony hartawan

    Ilustrasi UTBK (ujian tulis berbasis komputer). TEMPO/Tony hartawan

    TEMPO.CO, Bandung - Panitia penyelenggara Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) berkoordinasi dengan PT Telkom, Telkomsel, dan Perusahaan Listrik Negara agar Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019 berjalan lancar.

    Baca: UTBK SBMPTN 2019 Diikuti 1,2 Juta Peserta
    Baca: Terlambat Datang UTBK SBMPTN, Peserta Bisa Gugur Sebelum Ujian

    Panitia juga menyiapkan skenario jika terjadi force majeure atau kejadian luar biasa saat hari ujian seperti pemadaman listrik seketika. UTBK SBMPTN 2019 mengandalkan kelancaran akses Internet juga pasokan listrik yang normal.

    Koordinator Bidang Implementasi di Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi ( LTMPT) Arry Bainus mengatakan LTMPT pusat sudah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan PT. Telkom, Telkomsel, dan PLN. “Sistem UTBK ini dipengaruhi oleh komponen lain seperti listrik dan jaringan komunikasi,” ujarnya di Bandung, Rabu, 10 April 2019.

    Cara serupa, menurut Arry, seharusnya ditindaklanjuti juga di masing-masing kota. “Seperti empat perguruan tinggi negeri di Bandung sudah berkumpul dan mengundang ketiga pihak itu,” kata dia. Meskipun begitu, panitia juga menyiapkan skenario jika ada gangguan teknis yang sulit diatasi segera.

    Jika terjadi kondisi pemadaman aliran listrik seketika saat ujian, tes bisa diteruskan atau ditunda lain hari. Pada kondisi ujian terganggu pemadaman aliran listrik pada sesi pertama yang berlangsung pagi hingga siang hari, ujian akan dilanjutkan jika gangguan listriknya tidak sampai 30 menit. “Tapi kalau sudah menabrak 30 menit maka ujian (sesi itu) akan ditunda,” kata Arry.

    Begitu pula pada sesi kedua yang berlangsung siang hingga sore. Jika terjadi padam listrik hingga melewati pukul 14.00, ujian sesi kedua ditunda. “Nanti yang menyatakan itu para rektor, lapor ke panitia ujian pusat lalu memberikan pengumuman ke peserta,” ujarnya.

    Bagi peserta yang ujiannya tertunda karena masalah aliran listrik, akan dialokasikan waktu ujiannya pada sesi terakhir. Tujuannya kata Arry supaya tidak mengganggu jadwal sesi ujian yang telah disusun.

    Pada kondisi ujian berlangsung namun tiba-tiba listrik padam, sistem UTBK otomatis menyimpan jawaban peserta. Jadi pada waktu ujian lanjutan, kata Arry, peserta tinggal meneruskan pengisian jawaban yang masih kosong dengan alokasi waktu yang tersisa. Soal yang diberikan pun tetap sama seperti ketika saat terputus aliran listrik. “Jadi peserta tidak mengerjakan dari awal lagi,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.