Top 3 Tekno Hari Ini: Komplain ke Samsung sampai Bendera HTI

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ponsel pintar baru, Samsung Galaxy S10e, S10, S10+ dan Samsung Galaxy S10 5G saat diperkenalkan di London, Inggris, 20 Februari 2019. Semua Ponsel pintar baru Samsung tersebut mengusung layar berteknologi Dynamic AMOLED dengan rasio 19:9. REUTERS/Henry Nicholls

    Ponsel pintar baru, Samsung Galaxy S10e, S10, S10+ dan Samsung Galaxy S10 5G saat diperkenalkan di London, Inggris, 20 Februari 2019. Semua Ponsel pintar baru Samsung tersebut mengusung layar berteknologi Dynamic AMOLED dengan rasio 19:9. REUTERS/Henry Nicholls

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno berita hari ini dimulai dari topik tentang Samsung Galaxy S10 5G  Samsung meluncurkan Samsung Galaxy S10 5G pekan lalu di Korea Selatan. Namun, ponsel 5G komersial pertama di dunia itu menghadapi beberapa masalah kinerja serius.

    Selain itu, ilmuwan yang bekerja di California Institute of Technology Katie Bouman tiba-tiba jadi ngetop karena membantu mengarahkan pada citra pertama dari sebuah lubang hitam. Juga, Dinas Pendidikan Kabupaten Garut akan mengulang Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) mata pelajaran Bahasa Indonesia tingkat SMP, karena adanya soal tentang kasus pembakaran bendera HTI oleh Banser.

    Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno:

    1. Samsung Galaxy S10 5G Dikomplain Setelah Diluncurkan di Korea Selatan

    Setelah menunggu lebih dari dua bulan, Samsung akhirnya meluncurkan Samsung Galaxy S10 5G pekan lalu di Korea Selatan. Namun, ponsel 5G komersial pertama di dunia itu menghadapi beberapa masalah kinerja serius seperti gagal beralih antara 5G dan LTE, kecepatan lebih rendah dari yang diharapkan dan jangkauan 5G terbatas.

    Laman businesskorea melaporkan banyak pengguna mengeluh tentang masalah tersebut. Samsung Galaxy S10 5G adalah awal yang sulit, dan perusahaan dinilai mengabaikan tanggung jawab mereka kepada adopsi awal 5G.

    Samsung dan tiga operator telekomunikasi lainnya, SK Telecom, LG Uplus, dan KT dikatakan lari dari tanggung jawab. Dan mereka menunjukkan ketidakmampuan untuk menemukan di mana masalahnya.

    2. Inilah Katie Bouman, Ilmuwan Muda di Balik Gambar Lubang Hitam

    Katie Bouman bereaksi sederhana terhadap status selebritasnya yang terjadi tiba-tiba pekan ini. Ilmuwan yang bekerja di California Institute of Technology itu tiba-tiba jadi ngetop karena membantu mengarahkan pada citra pertama dari sebuah lubang hitam.

    Laman foxnews, Kamis, 11 April 2019, menyebutkan bahwa Bouman, yang merupakan asisten profesor bidang komputasi dan matematika California Institute of Technology, menciptakan sebuah algoritma selama sekolah pascasarjana di Massachusetts Institute of Technology atau MIT yang membuat pengambilan gambar Lubang Hitam menjadi mungkin.

    Wanita 29 tahun itu bekerja sama dengan Laboratorium Ilmu Komputer dan Kecerdasan Buatan MIT, Observatorium Haystack MIT dan Pusat Astrofisika Harvard-Smithsonian selama beberapa tahun terakhir, yang mengarah pada pengembangan algoritma.

    3. Ada Soal Kasus Pembakaran Bendera HTI, UASBN di Garut Diulang

    Dinas Pendidikan Kabupaten Garut akan mengulang Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) mata pelajaran Bahasa Indonesia tingkat SMP. Hal ini dilakukan karena adanya soal tentang kasus pembakaran bendera HTI oleh Banser.

    "Kami akan mengulang ujian Bahasa Indonesia, dan kami selaku pimpinan dinas pendidikan memohon maaf atas kejadian ini," kata Kepala Dinas Pendidikan Garut, Totong kepada wartawan di Garut, Kamis, 11 April 2019.

    Soal tentang pembakaran bendera itu menyulut protes dari anggota Banser NU,yang merasa tersinggung atas masuknya kasus itu dalam soal ujian. Totong juga mengatakan, Dinas Pendidikan  telah menelusuri pembuatan soal tentang pembakaran bendera organisasi HTI yang dinilai menyinggung organisasi masyarakat Nahdlatul Ulama (NU) itu.

    Selain tiga berita terpopuler di atas, Anda bisa membaca berita hari ini seputar sains dan teknologi hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.