Gangguan pada Facebook dan WA Ulah Pemerintah? Ini Kata Kominfo

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi logo Instagram, Facebook, Whatsapp

    Ilustrasi logo Instagram, Facebook, Whatsapp

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyatakan, gangguan server menjadi penyebab layanan aplikasi pesan instan Facebook, WhatsApp dan Instagram, tidak dapat diakses  pada Minggu petang, 14 April 2019.

    "Jadi benar kemarin, WhatsApp, Facebook, dan Instagram down di beberapa wilayah di dunia, termasuk Indonesia,” ujar Kepala Humas Kominfo, Ferdinandus Setu, di Jakarta, Senin.

    Top 3 Tekno Berita Hari Ini: WhatsApp, Facebook, Instagram Down

    Pernyataan itu diungkapkan Ferdinandus karena sempat muncul tudingan bahwa gangguan pada ketiga medsos itu adalah ulah pemerintah.

    Dalam sejumlah pesan berantai yang ditemukan pada WhatsApp seusai layanan kembali normal, gangguan layanan itu disebut sebagai cara pemerintah untuk merekam jejak masyarakat di media sosial.

    Namun, Menteri Kominfo Rudiantara membantah rumor tersebut. "Enggak," ujarnya sembari menggelengkan kepala.

    Facebook, menurut Ferdinandus, telah menyampaikan laporan gangguan server mereka kepada Kominfo menyusul jumlah pengguna yang terus meningkat.

    Bukan hanya aplikasi WhatsApp, media sosial Facebook dan Instagram juga mengalami gangguan selama kurang lebih satu jam 40 menit, mulai pukul 18.00 WIB.

    Gangguan tidak hanya di Indonesia. Sejumlah pengguna dari Amerika Serikat, Bahrain, Inggris, Prancis, Thailand, hingga Oceania juga mengaku mengalami gangguan aplikasi Whatsapp, Instagram, dan Facebook, termasuk Facebook Messenger.

    The Verge, Minggu (14/4) melaporkan gangguan layanan Whatsapp, Instagram, dan Facebook itu merupakan gangguan kedua dalam jangka satu bulan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Depresi Atas Gagal Nyaleg

    Dalam pemilu 2019, menang atau kalah adalah hal yang lumrah. Tetapi, banyak caleg yang sekarang mengalami depresi karena kegagalannya.