AS Investasi Rp 3.872 Triliun untuk Percepat Pengembangan 5G

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi 5G. REUTERS

    Ilustrasi 5G. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga independen Amerika Serikat, Federal Communications Commission (FCC) telah mengumumkan bahwa mereka akan mengambil langkah untuk mempercepat pengembangan 5G di AS. Langkah tersebut berupa prosedur penawaran untuk lelang spektrum terbesar dalam sejarah Amerika yang dipimpin Presiden AS Donald Trump.

    Baca: Huawei Mau Jual Chipset 5G ke Apple, Ini Syaratnya
    Baca: Bos Qualcomm Masih Ingin Kerja Sama untuk Apple iPhone 5G

    "Ini adalah perlombaan yang melibatkan perusahaan besar kami. Menurut beberapa perkiraan, industri nirkabel berencana untuk menginvestasikan US$ 275 miliar (Rp 3.872 triliun) dalam jaringan 5G, menciptakan 3 juta pekerjaan di Amerika dengan cepat, dan menambahkan US$ 500 miliar ke perekonomian kita," ujar Trump, seperti dilansir laman GSM Arena, Ahad, 14 April 2019.

    Trump mengharapkan dorongan ekonomi dan pekerjaan yang datang dengan menghadirkan internet berkecepatan tinggi kepada pelanggan di bagian pedesaan AS. Band-band yang akan dilelang akhir tahun ini termasuk pita spektrum Upper 37GHz, 39GHz, dan 47GHz.

    Menurut FCC, lelang ini akan mempromosikan pengembangan 5G, Internet of Things, dan lebih dari layanan berbasis spektrum canggih. FCC berencana untuk mulai melelang spektrum yang tersedia mulai 10 Desember nanti.

    "Untuk mempercepat dan mendorong investasi ini, saya membebaskan spektrum nirkabel sebanyak yang diperlukan, menghilangkan hambatan aturan untuk membangun jaringan," kata Trump. "FCC mengambil tindakan yang sangat berani, lebih berani dari pada yang pernah mereka lakukan sebelumnya, untuk membuat spektrum nirkabel tersedia."

    Peraturan baru yang diusulkan akan memungkinkan operator layanan satelit tetap untuk memberikan layanan yang lebih cepat, lebih maju kepada pelanggannya dengan menggunakan pita 50 GHz. Aturan saat ini mengganggu kemampuan pengguna untuk menggunakan perangkat jaringan generasi kecil berikutnya di properti mereka sendiri.

    Perubahan yang diusulkan akan memungkinkan pemilik properti swasta untuk memasang antena hub dan relay guna memperluas jangkauan 5G. Berkenaan dengan penggunaan peralatan Huawei di AS, Ketua FCC Ajit Pai membahas masalah keamanan.

    "Kami percaya bahwa keamanan dan keandalan 5G benar-benar penting, tidak hanya sebagai masalah daya saing nasional, tapi juga sebagai masalah keamanan nasional," tutur Ajit Pai kepada CNBC. "Saya sangat terdorong oleh percakapan saya dengan sekutu Eropa tentang pentingnya keamanan dan jaringan 5G."

    Simak kabar terbaru tentang penerapan teknologi 5G di Amerika Serikat hanya di kanal Tekno Tempo.co

    GSMARENA | CNBC


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Depresi Atas Gagal Nyaleg

    Dalam pemilu 2019, menang atau kalah adalah hal yang lumrah. Tetapi, banyak caleg yang sekarang mengalami depresi karena kegagalannya.