6 Teori Kontroversial dalam Sejarah Luar Angkasa

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandangan jutaan bintang menghiasi langit di kawasan hutan karst Rammang-rammang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu malam 6 Agutus 2016.  Beberapa waktu lalu, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menghimbau masyarakat agar mematikan lampu pada Sabtu (06/08) pukul 20.00 hingga 21.00 untuk dapat menyaksikan keindahan fenomena terpancarnya Galaksi Bima Sakti. TEMPO/Iqbal Lubis

    Pemandangan jutaan bintang menghiasi langit di kawasan hutan karst Rammang-rammang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu malam 6 Agutus 2016. Beberapa waktu lalu, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menghimbau masyarakat agar mematikan lampu pada Sabtu (06/08) pukul 20.00 hingga 21.00 untuk dapat menyaksikan keindahan fenomena terpancarnya Galaksi Bima Sakti. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta- Pada 4 Oktober 1957, satelit Sputnik terkenal Rusia diluncurkan ke orbit, dan era luar angkasa dimulai. SD Tucker, penulis Space Oddities, menjelaskan bahwa walaupun Sputnik mungkin telah menandai awal eksplorasi fisik manusia atas alam semesta, manusia telah menjelajahi luar angkasa dengan pikirannya selama ribuan tahun.

    Baca: Kapsul Luar Angkasa Tak Berawak SpaceX Menuju Orbit

    SD Tucker mencatat teori paling aneh, paling mengejutkan, dan paling konyol tentang luar angkasa yang telah muncul sepanjang sejarah. Berikuti teori nyeleneh tentang ruang angkasa seperti dikutip laman historyextra, baru-baru ini:

    1. Bima Sakti terbuat dari Es

    Galaksi Bima Sakti terlihat di langit malam di White Desert, sebelah utara Oasis Farafra, barat daya dari Kairo,16 Mei 2015. Kawasan ini menjadi tujuan wisatawan yang ingin berkemah di bawah langit indah penuh bintang. REUTERS/Amr Abdallah Dalsh

    Astronom Austria pemberontak Hanns Horbiger (1860–1931) tidak percaya pada bintang-bintang. Dalam buku 1913 yang berpengaruh, ia membuat pernyataan mengejutkan bahwa Bima Sakti dibuat seluruhnya dari es. Menurut Horbiger, serangkaian balok-balok es berukuran planet melayang di angkasa, mengelilingi seluruh tata surya dalam sebuah cincin putih yang tidak dapat ditembus.

    Cahaya dari beberapa matahari yang sebenarnya bersembunyi di luar cincin es kemudian bersinar melalui penghalang beku dan memantulkan kristal es yang bermassa serta memberi pengamat di Bumi ilusi belaka dari miliaran bintang yang berkelip ke arah Bumi dari kegelapan.

    Para astronom lain mungkin berusaha memamerkan foto-foto yang diduga bintang Bima Sakti untuk membuktikan kasus mereka, tapi Horbiger memiliki jawaban yang mudah untuk argumen ini. Menurutnya semua gambar seperti itu hanya palsu. Mengenai keberatan matematis yang melelahkan yang mungkin telah dibuat untuk usulannya, Horbiger memiliki tanggapan yang bahkan lebih tegas. Dia pernah mengucapkan bahwa: "Matematika, tidak lain adalah kebohongan!"

    Teori Horbiger yang sepenuhnya, tanpa matematika, disebut sebagai Welteislehre, atau teori es dunia. Pada dasarnya, itu menyatakan bahwa pada titik yang jauh di masa lalu di galaksi telah ada matahari super raksasa, jutaan kali ukuran Bumi sendiri, di sebelahnya telah mengorbit sebuah planet besar, ditutupi oleh lapisan es setebal ratusan mil.

    Akhirnya, planet es ini jatuh ke Matahari super, meleleh, dan berubah menjadi semburan uap super-charge yang membuat matahari terpecah. Serta memuntahkan gumpalan batu dan api yang akhirnya menetap untuk menjadi planet dari Matahari.

    2. Alam semesta berbentuk persegi panjang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.