Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Gangguan Facebook dan WA Ulah Siapa?

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi logo Instagram, Facebook, Whatsapp

    Ilustrasi logo Instagram, Facebook, Whatsapp

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno berita hari ini dimulai dari topik tentang gangguan WhatsApp. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyatakan, gangguan server menjadi penyebab layanan aplikasi pesan instan Facebook, WhatsApp dan Instagram tidak dapat diakses  pada Minggu petang, 14 April 2019.

    Baca: Top 3 Tekno Berita Hari Ini: WhatsApp, Facebook, Instagram Down

    Selain itu, Kominfo menemukan tujuh konten di medsos  diduga melanggar aturan masa tenang yang bebas dari kampanye pemilu pada 14 April hingga 16 April 2019. Juga, Twitter mencatat lebih dari sejuta cuitan mewarnai platform mereka selama Debat Capres terakhir yang berlangsung Sabtu malam, 13 April 2019.

    Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno:

    1. Gangguan pada Facebook dan WA Ulah Pemerintah? Ini Kata Kominfo

    Ilustrasi logo Instagram, Facebook, Whatsapp
    Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyatakan, gangguan server menjadi penyebab layanan aplikasi pesan instan Facebook, WhatsApp dan Instagram, tidak dapat diakses  pada Minggu petang, 14 April 2019.

    "Jadi benar kemarin WhatsApp, Facebook, dan Instagram down di beberapa wilayah di dunia, termasuk Indonesia,” ujar Kepala Humas Kominfo, Ferdinandus Setu, di Jakarta, Senin.

    Pernyataan itu diungkapkan Ferdinandus karena sempat muncul tudingan bahwa gangguan pada ketiga medsos itu adalah ulah pemerintah.

    2. Kominfo Take Down 7 Konten di Medsos, Langgar Aturan Masa Tenang

    Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyampaikan adanya peningkatan konten hoaks menjelang pemilihan umum atau Pemilu 2019 seusai rapat kerja nasional atau rakornas Asosiasi Media Siber Indonesia (ASMI) di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Jumat, 1 Maret 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Kementerian Komunikasi dan Infromatika (Kominfo) menemukan tujuh konten di medsos  diduga melanggar aturan masa tenang yang bebas dari kampanye pemilu pada 14 April hingga 16 April 2019.

    "Sejak Minggu pukul 00.00 WIB sampai dengan tadi (Senin siang, 15 April 2019), konten yang dianggap melanggar undang-undang pemilu, terduga pelanggar sudah ada tujuh," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara ditemui seusai peluncuran program diskon saat pemilu Klingking Fun, di Jakarta, Senin.

    Tujuh konten itu, menurut Rudiantara, sebagian besar muncul pada Instagram dan diduga melanggar Undang-Undang Komisi Pemilihan Umum (KPU) No.7 Tahun 2017 tentang masa tenang.

    3. 1,3 Juta Cuitan di Debat Terakhir, Twitter: E-Sport Jadi Sorotan

    Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (kedua kiri) dan Ma'ruf Amin (kiri) serta pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua kanan) dan Sandiaga Uno (kanan) bersiap mengikuti debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu, 13 April 2019. Debat kelima tersebut mengangkat tema Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial, Keuangan dan Investasi serta Perdagangan dan Industri. ANTARA

    Twitter mencatat lebih dari sejuta cuitan mewarnai platform mereka selama Debat Capres terakhir yang berlangsung Sabtu malam, 13 April 2019. Masalah e-sport menjadi salah satu topik yang jadi sorotan.

    Twitter Indonesia dalam keterangan resmi, Senin, mengumumkan bahwa terdapat lebih dari 1,3 juta cuitan tentang debat terakhir. Puncak percakapan terjadi pada pukul 22.00 dengan jumlah cuitan hampir 181.000 per menit.

    Isu ekonomi, sosial, keuangan dan industri dalam debat terakhir sebelum hari H Pemilu tersebut diisi oleh berbagai tanda pagar, cuitan serius hingga cuitan ringan atau populer disebut "receh" di dunia maya.

    Selain tiga berita terpopuler di atas, Anda bisa membaca berita hari ini seputar sains dan teknologi hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Ini Tanda-Tanda Anda Terjangkit Cacar Monyet

    Cacar monyet atau monkey pox merupakan penyakit yang berasal dari sisi Barat Afrika. Penyakit ini menular melalui monyet, tikus Gambia, dan tupai.