Review Vivo V15 Pro: Sensor Jari di Layar dan Kamera Jadi Andalan

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vivo V15 dan Vivo V15 Pro

    Vivo V15 dan Vivo V15 Pro

    TEMPO.CO, Jakarta - Review gadget kali ini Tempo menjajal smartphone Vivo V15 Pro. Smartphone asal Negeri Tirai Bambu itu memiliki bentuk yang hampir sama dengan pendahulunya Vivo V15, dilengkapi kamera tersembunyi (pop-up camera) dengan sensor 32 megapiksel (MP).

    Kamera Pop-up Vivo V15 Pro Diuji Benturan 300 Ribu Kali

    Yang membedakan dengan Vivo V15 adalah Vivo V15 Pro memiliki daya baterai yang lebih kecil hanya 3700 mAh. Selain itu, smartphone yang diluncurkan di Indonesia pada 21 Maret 2019 itu dibekali dengan sensor sidik jari di dalam layar, sedangkan Vivo V15 dipasang dibagian belakang bodi.

    Selama dua pekan mencoba ponsel Vivo V15 dengan kapasitas RAM 6 gigabita (GB) dan memori internal 128 GB, Tempo mencoba berbagai fitur yang dipasang dalam smartphone.  

    Spesifikasi Vivo V15 Pro:

    -Layar: 6,53 inci Super AMOLED capacitive touchscreen, 16M color, screen-to-body ratio 84,2 persen, resolusi 1080x2316 piksel
    -SoC/Processor: Qualcomm SDM675 Snapdragon 675 (11 nm), CPU Octa-core (2x2.0 GHz Kryo 460 Gold & 6x1.7 GHz Kryo 460 Perak)
    -Grafis chip: Adreno 612
    -Memory/Storage: 6 GB/128 GB
    -Baterai: Baterai Li-Po 3700 mAh, pengisian cepat 18W (24 persen dalam 15 menit)
    -Konektivitas: Hybrid Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by), MicroSD, Wi-Fi 802.11 a/ b/ g/ n/ ac, dual band, WiFi Direct, Hotspot, Bluetooth, GPS, Radio, microUSB 2.0
    -Kamera: 48 MP, f/ 1.8, PDAF; ultra-wide 8 MP, f/ 2.2; sensor kedalaman 5 MP f/ 2.4; kamera depan 32 MP, f/ 2.0
    -Sistem Operasi: Android 9.0 (Pie)
    -Harga Rp 5,699 juta

    1. Unboxing

    Smartphone dibungkus dalam kotak berwarna putih. Di bagian atas kiri kotak terdapat tulisan Vivo, di tengah atas V15 Pro serta di pojok atas kanan tertulis kapasitas RAM/ memori internal 6 GB/ 128 GB.

    Di bagian tengah kotak terdapat gambar unit smartphone Vivo V15 Pro berwarna biru, tampak bagian depan smartphone yang memunculkan kamera depan, serta sensor sidik jari di layar dan bagian belakang menampilkan tiga kamera. Serta sedikit informasi spesifikasi smartphone di bagian belakang kotak.

    Di dalam kemasan tersebut terdapat perangkat pendukung, seperti buku panduan, pin ejector atau pembuka slot kartu SIM atau microSD. Kemudian terdapat juga kabel microUSB 2.0, serta adaptor untuk mengisi daya baterai smartphone, dan earphone dalam kemasan.

    2. Desain dan layar

    Vivo V15 Pro memiliki desain bodi yang cukup berat 185 gram, dengan dimensi 157,3 x 74,7 x 8,2 milimeter. Setiap sudut ponsel itu memiliki lengkungan sehingga membuat nyaman ketika digenggam, bagian belakangnya didesain dengan gradient glass back cover, membuat ponsel terlihat mengkilat seperti kaca. Hal itu rentan terhadap bekas sidik jari yang kotor, jika tidak rajin dibersihkan, ponsel akan terlihat kotor.

    Dengan ukuran layar 6,53 inci FHD+, screen-to-body ratio 84,2 persen, resolusi 1080x2316 piksel dan screen-to-body ratio 84,2 persen. Layar dirasa cukup kokoh karena dilapisi dengan Corning Gorilla Glass 5, tapi sebaiknya dilapisi dengan anti gores atau pelindung benturan tambahan, agar lebih aman.

    Di dalam kotak, Vivo melengkapinya dengan hardcase, sehingga pengguna tak perlu lagi membelinya. Dengan hardcase pengguna tidak akan merasa licin ketika menggunakan smartphone dan cukup untuk melindungi bodi, meskipun smartphone menjadi lebih berat.

    Bagian layar Vivo V15 Pro tidak memiliki notch, di atasnya terdapat speaker untuk mendengar komunikasi telepon, dan agak ke samping kirinya terdapat lampu LED penanda pesan.

    Di bagian bawah terdapat tiga tombol ketika ponsel dalam kondisi menyala atau kunci terbuka, seperti tombol home di tengah, tombol kembali di kanan dan sebelah kiri tombol untuk melihat aplikasi yang pernah Anda buka. Ketika dalam kondisi dikunci maka akan terlihat tanda tempat untuk memindai sidik jari di layar berwarna gradasi hijau dan biru.

    Bagian sisi kanan bodi Vivo V15 Pro, terdapat dua tombol yakni tombol pengaturan volume dan tombol power atau pembuka kunci, hanya terdapat satu slot tempat microSD dan tombol Google Asistant.

    Sedangkan di bagian sisi bawah bodi terdapat lubang microUSB 2.0 di tengah dan didampingi speaker suara dering pesan dan telfon masuk di kanannya dan di kiri terdapat satu slot untuk dual SIM card. Sehingga pngguna bisa memasang sekaligus dual SIM Card dan microSD, karena slotnya terpisah.

    Di bagian sisi atas bodi ada kamera yang tersembunyi disebelah kanan dan lubang jack earphone berdiameter 3,5 milimeter, sensor yang bisa membuat smartphone jadi remote control seperti untuk TV, AC dan lainnya.

    Di bagian belakang, Vivo V15 memasang tiga kamera dan lampu flash di atas kiri yang agak muncul menonjol. Di bagian bawahnya tertulis Vivo. Untuk pilihan warna, Vivo V15 hadir dengan dua varian gradasi warna di sisi belakang yakni Topaz Blue dan Coral Red. 

    Secara keseluruhan, pengaturan tombol dan bentuk bodi sama seperti smartphone pada umumnya, tapi Vivo cukup memanfaatkan setiap bagian sisi bodi, yang membedakan adalah slot microSD dan slot SIM card terpisah.

    3. Hardware dan Performa

    Vivo V15 Pro mengusung chipset Snapdragon 675 dengan fabrikasi 11 nanometer, semakin kecil ukuran transistor, maka performa yang ditawarkan jauh lebih cepat. Chip tersebut merupakan motor untuk kelas menengah. Chip yang terpasang juga berbeda dengan chip Vivo V15 yang menggunakan Helio P70.

    CPU Kryo 460 yang ditingkatkan, dibangun di atas teknologi Arm Cortex, memberikan peningkatan 20 persen dalam kinerja keseluruhan dari generasi sebelumnya. Karena memberdayakan permainan yang lebih efisien dan multitasking yang lebih kuat. Beban kerja mesin lebih seimbang antara 8 core - 6 core efisiensi untuk interaksi sehari-hari.

    Dengan beberapa inti yang didedikasikan untuk kecerdasan buatan tingkat lanjut, Mesin Qualcomm AI mendorong bahan bakar yang mutakhir dan interaksi di dalam perangkat untuk pengalaman pengguna yang cerdas dan halus. Dukungan untuk ekosistem perangkat keras dan perangkat lunak yang kuat, ditambah kerangka kerja AI utama, berarti platform ini dirancang untuk mengatasi tantangan AI terbaru.

    Chip Snapdragon 675 memasang chip grafis GPU Adreno 612. Untuk bermain game, Snapdragon 675 memberikan pengalaman gameplay yang responsif, karena mendapatkan peningkatan game seluler yang mencakup optimalisasi multi-threading unik, serta fokus pada peningkatan latensi di area pengguna yang kritis.

    Tempo menjajalnya dengan mengunduh game HAWK, Asphalt 8 dan game biasa Candy Crush. Game tersebut merupakan game dengan grafis yang penuh warna. Dengan didampingi kapasitas RAM 6GB dan memori internal 128GB, game tersebut cukup bisa dinikmati. Grafisnya cukup memuaskan. Ruang penyimpanannya juga bisa diperluas dengan microSD hingga kapasitas 256GB.

    Hal yang mengganggu, yaitu letak speaker di sisi bawa dan kabel jack earphone di bagian sisi atas saat bermain game, karena menghalangi tangan. Jadi, jika tidak ingin merasa terganggu, sebaiknya menggunakan earphone Bluetooth.

    Menonton video dengan Vivo V15 Pro cukup nyaman, karena layar yang besar tanpa notch, dan cukup baik untuk menikmati kontennya. Hadir dengan kapasitas baterai yang besar, yakni 3.700 mAh, lebih kecil dibandingkan dengan Vivo V15 yang dibekali baterai 4.000 mAh, tapi seharusnya cukup untuk pemakaian seharian bahkan dua hari.

    4. Kamera

    Vivo V15 Pro memasang tiga kamera utama, masing-masing hadir dengan sensor utama 48 MP beraperture f/1.8, sensor ultra-wide 8 MP aperture f/2.2 dan sensor kedalaman 5 MP dengan aperture f/2.4. Yang paling mencolok adalah kamera depan dengan teknologi Pop-up bersensor 32 MP aperture f/ 2.0.

    Baik kamera belakang atau pun depan, keduanya sudah dibekali dengan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Kamera Vivo V15 Pro dilengkapi dengan berbagai mode seperti AI Body Shaping untuk menyesuaikan bentuk tubuh, Smart Framing yang memberikan suggestion frame yang cocok, AI Face Beauty yang sering digunakan agar muka tirus dan tone wajah lebih halus, serta AI Portrat Lighting yang dibekali dengan pilihan efek pencahayaan.

    Kamera depan bisa muncul hanya ketika fitur tersebut digunakan. Kelebihannya adalah kamera bekerja secara otomatis tidak manual, kalau buka kamera depan otomatis kamera akan muncu, sedangkan jika diudah menggunakan kamera belakang maka akan turun sendiri. Untuk naiknya hanya butuh 0,46 detik dan sudah melalui pengujian yang bisa bertahan hingga 5 sampai 6 tahun.

    Ketika dicoba, kamera depan Vivo V15 Pro ini memiliki hasil gambar yang cukup berlebihan, yang membuat gambar wajah kehilangan tekstur aslinya, karena bekas jerawat ataupun tahi lalat bisa hilang. Fitur kamera depan sepertinya cocok untuk wanita yang selalu ingin tampil keren meskipun tanpa polesan make-up.

    Sedangkan kamera belakang hasilnya cukup baik untuk sebuah smartphone harga empat jutaan. Gambar cukup jernih dan ketika hasil di-zoom, gambar masih nampak jelas, dan bisa digunakan untuk mengabadikan momen bersama teman dan keluarga. Sedangkan efek bokehnya cukup terasa, titik fokus dan blurnya terlihat signifikan.

    Dari segi kamera, tampaknya Vivo memang ingin memanjakan pengguna dengan fitur kamera yang berkualitas tinggi pada smartphone kelas menengah. Secara keseluruhan, kamera tersebut dapat menghasilkan gambar yang jernih, lebih sedikit noise, dan cocok bagi para pembuat konten pemula.

    5. Pesaing

    OPPO F11 Pro (oppo.com)

    Vivo V15 Pro berada di segmen yang sangat kompetitif. Begitu banyak alternatif untuk smartphone di pasar Rp 4 jutaan hingga Rp 5 jutaan. Saingan terdekatnya adalah OPPO F11 Pro yang juga memiliki fitur kamera depan tersembunyi, bedanya OPPO F11 Pro meletakkan kamera di sisi atas tepat di tengah.

    OPPO mempersenjatainya dengan chipset yang sama dengan Vivo V15 biasa, Helio P70 chipset, yang didampingi dengan kapasitas RAM 6 GB dan memori internal 64 GB yang bisa diperluas dengan microSD. Juga dipasang proprietary VOOC 3.0 pengisian cepat OPPO untuk mengisi baterai berdaya 4.000 mAh, smartphone dibanderol seharga Rp 4,999 juta, lebih murah dibandingkan Vivo V15 Pro Rp 5,699 juta pada saat peluncurannya.

    Selain itu, yang membedakan adalah dari segi sensor kamera, jika Vivo V15 Pro memiliki fokus pada kamera depan dan belakang, karena memiliki sensor 32 MP di depan dan 48 MP sensor utama di belakang. Sedangkan OPPO F11 Pro yang hanya memasang kamera depan 16 MP. Dan memiliki dual kamera belakang masing-masing sensornya 48 MP plus 5 MP.

    Vivo V15 Pro secara keseluruhan tidak jauh beda dengan Vivo V15 yang dibanderol seharga Rp 4,399, selisih Rp 1 juta saja dengan Vivo V15 Pro. Namun, jika menginginkan performa dan kapasitas memori, sebaiknya membeli Vivo V15 Pro yang memiliki chip yang lebih baik dibandingkan Vivo V15.

    Samsung Galaxy A50 dan Samsung Galaxy A30 yang diluncurkan Selasa, 26 Februari 2019. (samsung.com)

    Seri lain adalah yang baru-baru ini dirilis Samsung Galaxy A50 yang dibanderol seharga Rp 4,099 juta. Meskipun tidak hadir dengan kamera Pop-up, ponsel asal Negeri Gingseng itu patut untuk dijadikan pertimbangan bagi pembeli. Dengan desain yang cukup ringan, kapasitas baterainya 4000 mAh.

    Samsung Galaxy A50 memiliki layar FHD+ berukuran 6,4 inci Infinity-U Super AMOLED dengan resolusi 2340x1080 piksel. Smartphone itu didesain dengan bentuk 3D Curved Edge Design dan dipasang chip Exynos 9610. Dari segi kamera juga berbeda, A50 memiliki tiga kamera utama dengan masing-masing sensor 25 MP, 8 MP dan 5 MP dan kamera depan 25 MP. 

    Berita lain tentang review smartphone dan Vivo V15 Pro bisa Anda simak di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.