Nintendo Switch Akhirnya Tembus Pasar Cina

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Konsol Switch Nintendo

    Konsol Switch Nintendo

    TEMPO.CO, JakartaNintendo akhirnya dapat menembus pasar Cina. Nintendo masuk ke Negeri Panda untuk mendistribusikan perangkat uji coba dari konsol Switch dengan game New Super Mario Bros U Deluxe.

    Kabar ini terungkap setelah pejabat di Provinsi Guangdong, Cina,  memberikan izin kepada konglomerat investor Tencent untuk membawa Nintendo Switch masuk ke dalam pasar di Cina.

    Game New Super Mario Bros U Bakal Hadir di Nintendo Switch

    Hal tersebut menjadi kabar baik bagi berbagai pihak. Pasalnya, Negeri Tirai Bambu itu terkenal ketat akan peraturan dalam mendatangkan perangkat dari produsen luar negeri.

    Namun, dalam industri game, hal tersebut mulai mencair sejak 2015 ketika Sony dan Xbox One mulai diperkenankan menjual konsol mereka dengan syarat utama harus bermitra dan menggandeng perusahaan lokal.

    Kendati begitu, masih belum diketahui kapan konsol Switch dari Nontendo dapat dijual di pasaran Cina sebagai salah satu market game terbesar di dunia.

    Dilansir dari Reuters, Sabtu, 20 April 2019, Market Analyst Newzoo, Gu Tianyi, berharap peristiwa ini dapat menyebabkan terjadinya kolaborasi antara Tencent dan Nintendo dalam hal pengembangan ekosistem game mobile yang memang telah menjadi fokus kedua perusahaan itu.

    Tencent merupakan perusahaan raksasa yang memiliki saham dalam pengembang game besar, seperti Epic Games yang membuat Fortnite, Bluehole yang mengembangkan  PUBG, dan Riot Game yang membuat League of Legends.

    Nintendo juga dikabarkan tengah mengerjakan dua versi terbaru dari konsol Switch miliknya yakni versi lite dan premium. Keduanya akan meramaikan persaingan global perangkat game kategori konsol antara Nintendo, PlayStation, dan Xbox.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.