Gunung Bromo dan Gunung Merapi Erupsi, Status Tetap Waspada

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota komunitas penggemar sepeda gunung berwisata di gunung Bromo yang sedang mengalami erupsi di Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu, 23 Maret 2019. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan domestik di gunung Bromo sejak bulan Februari 2019 mencapai 35.164 orang sementara wisatawan asing mencapai 758 orang. ANTARA

    Anggota komunitas penggemar sepeda gunung berwisata di gunung Bromo yang sedang mengalami erupsi di Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu, 23 Maret 2019. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan domestik di gunung Bromo sejak bulan Februari 2019 mencapai 35.164 orang sementara wisatawan asing mencapai 758 orang. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Selain Gunung Agung yang erupsi, Gunung Bromo di Jawa Timur dan Gunung Merapi di DIY / Jawa Tengah juga mengalami erupsi. Hampir setiap hari, abu vulkanik keluar dari kawah Gunung Bromo.

    Gunung Agung Erupsi, Bandara Ngurah Rai Beroperasi Normal

    Suara gemuruh, tremor menerus dan belum ada tanda-tanda aktivitas menurun. "Status tetap Waspada (level II) dengan zona berbahaya adalah di dalam radius 1 km dari puncak kawah. Masyarakat, pendaki dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas di dalam radius 1 km, di luar itu aman," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Ahad, 21 April 2019.

    Pariwisata di kawasan Gunung Bromo aman. Pengunjung dihimbau memakai masker dan kacamata untuk mengantisipasi terpaan hujan abu vulkanik. Sementara, aktivitas Bandara Abdulrachman Saleh Malang juga berjalan normal. 

    Sedangkan aktivitas Gunung Merapi, guguran lava pijar berlangsung hampir setiap hari. Berdasarkan pengamatan BPPTKG pada Ahad, 21 April 2019 pukul 00.00-06.00 WIB, teramati guguran lava pijar 4 kali dengan jarak luncur 250 sampai 1.000 meter arah hulu Kali Gendol.

    "Status Gunung Merapi tetap Waspada (level II). Area dalam radius 3 km dari puncak Merapi agar tidak ada aktivitas manusia," kata Sutopo. "Masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa di luar radius 3 km dari puncak Merapi. Aktivitas masyarakat berjalan normal, termasuk pariwisata di sekitar Merapi".

    Sutopo juga menghimbau agar masyarakat tetap tenang saat mendengar informasi gunung meletus. Tidak perlu panik, karena fenomena yang alami gunung api meletus.

    "Yang penting masyarakat tetap berada di area aman sesuai rekomendasi PVMBG. Jangan justru mendekati kawah untuk mendokumentasi aktivitas vulkanik di kawah. Itu berbahaya. Kita harus hidup harmoni dengan erupsi gunung api," tutur Sutopo.

    Berita lain seputar Gunung Agung, Gunung, Merapi dan Gunung Bromo bisa Anda simak di TEMPO.CO.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.